Kaltimdaily.com, Samarinda – Pansus IV DPRD Kota Samarinda balik lagi ngadain rapat lanjutan buat ngebahas revisi Perda Ketenagakerjaan, tepatnya Perda No. 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan.
Rapat ini digelar Rabu (4/6/2025) di Ruang Rapat Bapemperda DPRD, dipimpin langsung sama Ketua Pansus IV, Harminsyah.
Gak cuma anggota dewan yang dateng, tapi juga dihadiri sama perwakilan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Samarinda dan beberapa wakil dari serikat buruh yang aktif di kota ini.
Jadi suasananya makin hangat karena langsung dengerin suara dari para pekerja.
Harminsyah bilang, rapat ini penting banget buat nyerap masukan dari berbagai pihak, terutama soal hak-hak buruh dan pelaksanaan Perda Ketenagakerjaan ke depan.
“Kita pengen semua masukan, pengalaman, dan keluhan para buruh bisa masuk ke draf revisi perda ini,” ucapnya ke media.
Banyak banget masukan yang muncul, mulai dari perlindungan buat pekerja disabilitas, kuota ketenagakerjaan yang lebih inklusif, sampai pengawasan ketat buat perusahaan yang sering langgar aturan.
Termasuk juga soal jam kerja yang gak sesuai aturan dan status badan usaha yang kadang masih dipaksain tetap kecil biar gak wajib bayar UMR.
Target awalnya sih, revisi Perda Ketenagakerjaan ini mau diselesaikan pertengahan bulan Juni. Tapi karena masukannya bejibun dan semuanya penting, Pansus kemungkinan bakal minta perpanjangan waktu.
gak mau revisinya asal-asalan dan malah ngelewatin poin penting buat perlindungan tenaga kerja.
Dia juga tekankan bahwa banyak perusahaan yang belum upgrade status usahanya, padahal udah layak naik ke level menengah.
Dampaknya, pekerja malah dirugiin karena gak dapat upah minimum yang semestinya. “Ini masalah serius, dan harus kita tindak,” tegasnya.
Revisi Perda Ketenagakerjaan ini bukan cuma soal aturan di atas kertas, tapi soal nasib ribuan pekerja di Samarinda. Kalau regulasinya makin kuat, otomatis hak-hak buruh bisa lebih terlindungi dan kesejahteraan mereka juga meningkat.
Harapannya, setelah semua masukan diakomodasi dan revisi tuntas, Perda ini bakal jadi tameng hukum yang relevan dengan tantangan dunia kerja sekarang—terutama buat mereka yang selama ini belum dapet perhatian maksimal, kayak penyandang disabilitas dan pekerja sektor informal. (YN)







