banner-sidebar
Samarinda

Pengelolaan Sampah Samarinda Diperkuat, Insinerator Masuki Tahap Akhir

Avatar
903
×

Pengelolaan Sampah Samarinda Diperkuat, Insinerator Masuki Tahap Akhir

Share this article
Pengelolaan Sampah Samarinda Diperkuat, Insinerator Masuki Tahap Akhir
Insinerator. Ft by ist

Kaltimdaily.com, Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda terus memacu penguatan sistem pengelolaan sampah perkotaan melalui pembangunan fasilitas insinerator di sejumlah titik strategis. Dari total 10 unit yang direncanakan, tujuh insinerator telah rampung secara fisik dan kini memasuki tahap penyempurnaan sebelum resmi dioperasikan.

Ketua Tim Wali Amanat Program (TWAP) Pemkot Samarinda, Safarudin, mengatakan bahwa tujuh insinerator tersebut telah selesai dibangun, namun masih membutuhkan dukungan infrastruktur pendukung. Penyambungan jaringan listrik dan ketersediaan air bersih menjadi fokus utama sebelum fasilitas tersebut dapat difungsikan secara optimal.

Menurut Safarudin, air memiliki peran krusial dalam sistem kerja insinerator, khususnya untuk menekan dan menetralkan gas buang hasil pembakaran sampah agar tidak mencemari lingkungan. Oleh karena itu, Pemkot Samarinda memastikan seluruh komponen teknis dipenuhi sebelum pengoperasian dilakukan.

Selain aspek teknis, kondisi akses menuju lokasi insinerator juga menjadi perhatian. Sejumlah titik diketahui memiliki jarak cukup jauh dari jalan utama, antara 200 hingga 400 meter, dengan kondisi jalan tanah yang berpotensi menyulitkan mobilitas kendaraan pengangkut sampah. Lokasi tersebut di antaranya berada di Kelurahan Tani Aman, Baqa, dan kawasan sekitar Stadion di Kelurahan Simpang Pasir.

Untuk mengatasi kendala tersebut, Pemkot Samarinda mengambil langkah percepatan dengan melakukan pengerasan jalan menggunakan batu sebagai solusi sementara. Pengecoran jalan disiapkan sebagai langkah permanen guna mendukung kelancaran operasional insinerator dalam jangka panjang.

Safarudin menegaskan bahwa pengoperasian insinerator tidak dilakukan secara terburu-buru. Para operator diwajibkan mengikuti pelatihan teknis terlebih dahulu agar pengelolaan sampah berjalan sesuai standar keselamatan dan ramah lingkungan. Ia optimistis seluruh tahapan pendukung, termasuk pelatihan, dapat diselesaikan dalam waktu satu hingga dua pekan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda, Suwarso, menyampaikan bahwa tiga insinerator lainnya masih dalam tahap pembangunan. Ketiga unit tersebut berada di Kelurahan Baqa, Handil Bakti, dan Tani Aman, dengan progres pekerjaan saat ini berada di kisaran 60 hingga 70 persen.

Suwarso menjelaskan bahwa keterlambatan pembangunan di Baqa dan Handil Bakti dipicu proses pembebasan lahan yang kini hampir rampung. Adapun di Tani Aman, pengerjaan masih difokuskan pada pemenuhan infrastruktur dasar seperti jalan, jaringan listrik, dan pasokan air bersih.

Keberadaan insinerator di Samarinda diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi volume sampah perkotaan sekaligus menekan ketergantungan terhadap sistem pembuangan konvensional. Pemkot Samarinda menegaskan bahwa seluruh fasilitas akan dioperasikan dengan memperhatikan aspek lingkungan dan sosial masyarakat sekitar.

Dengan penguatan sistem ini, Pemerintah Kota Samarinda optimistis pengelolaan sampah dapat berjalan lebih modern, efisien, dan berkelanjutan, seiring dengan pertumbuhan kota dan meningkatnya kebutuhan layanan publik. (*)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih