banner-sidebar
Samarinda

Pengamanan Demo 1 September: Polresta Samarinda Turunkan Ribuan Aparat

Avatar
1223
×

Pengamanan Demo 1 September: Polresta Samarinda Turunkan Ribuan Aparat

Share this article
Demo di DPRD Kaltim. Ft by Ist

Demo 1 September, Polresta Samarinda Turunkan Pasukan Besar

Kaltimdaily.com, Samarinda – Polresta Samarinda udah pasang kuda-kuda buat menghadapi demo 1 September.

Total ada 980 personel gabungan yang disiapkan buat amankan jalannya aksi, mulai dari polisi, TNI, Satpol PP, sampai relawan. Semua dikerahkan biar aksi tetap aman, tertib, dan nggak bikin resah warga.

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, ngejelasin kalau pengamanan ini nggak cuma ngandelin kekuatan internal Polresta. Ada tambahan pasukan juga dari Brimob Polda Kaltim, Detasemen 45 Antianarkis, sampai BKO Samapta Polda Kaltim.

“Selain itu, ada dukungan dari Dishub, TNI, Satpol PP, dinas pemadam kebakaran, sampai unsur Banser dan relawan,” jelas Hendri, Minggu (31/8), abis Apel Gelar Pasukan.

Aksi massa rencananya bakal terpusat di depan Gedung DPRD Kaltim, tempat peserta demo bakal nyuarain tuntutannya. Meski fokus di lokasi itu, Polresta tetep standby-in satu kompi di markas biar pelayanan masyarakat kayak SIM, SKCK, dan Samsat tetap jalan normal.

“Tujuan kami simpel aja, memastikan aksi berlangsung damai sesuai amanat UU Nomor 9 Tahun 2008 tentang kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum,” tegas Hendri.

Menjelang aksi, Polresta bareng TNI dan Satpol PP juga udah gelar patroli skala besar pake motor di titik-titik rame Kota Samarinda.

“Kami pengen masyarakat tetap merasa aman menjelang demo 1 September,” tambahnya.

Demo besar ini jelas jadi sorotan warga Samarinda. Dengan ribuan aparat yang diturunkan, publik berharap suara mahasiswa dan masyarakat bisa tersampaikan tanpa harus ada gesekan di lapangan.

Semua pihak diminta tetap menahan diri demi terciptanya suasana kondusif.

Kalau semua berjalan lancar, demo 1 September di Samarinda bisa jadi bukti kalau aspirasi rakyat bisa disalurkan dengan damai tanpa bikin kerusuhan.

Ke depan, koordinasi yang solid antara aparat, pemerintah, dan massa aksi diharapkan bisa jadi contoh positif buat kota-kota lain di Indonesia. (*)

Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih