banner-sidebar
Kutai TimurWellFy

Pemkab Kutim Tindak Prostitusi Terselubung Demi Cegah Penyebaran HIV/AIDS

Avatar
1079
×

Pemkab Kutim Tindak Prostitusi Terselubung Demi Cegah Penyebaran HIV/AIDS

Share this article
Pemkab Kutim Tindak Prostitusi Terselubung Demi Cegah Penyebaran HIV/AIDS
HIV. Ft by Ist

Kaltimdaily.com, Kutim – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS dengan menyoroti praktik prostitusi terselubung yang masih terjadi di beberapa tempat hiburan malam, seperti warung remang-remang dan karaoke.

Wakil Bupati Kutim, H Mahyunadi, menegaskan bahwa praktik semacam itu tidak hanya melanggar norma sosial, tetapi juga menjadi salah satu faktor utama penyebaran HIV di masyarakat. Ia menyebut hasil pemantauan lapangan menunjukkan masih adanya aktivitas yang berpotensi melanggar aturan tersebut di beberapa titik wilayah Kutim.

“Kami sudah turun langsung dan menemukan kembali warung remang-remang yang dulu sempat dibubarkan. Pada masa Pak Isran Noor, tempat seperti ini pernah ditertibkan, tapi sekarang mulai muncul lagi. Kami akan menindak tegas jika terbukti ada pelanggaran,” ujar Mahyunadi usai menghadiri audiensi bersama Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kutim, Selasa (14/10/2025).

Mahyunadi menilai, prostitusi terselubung merupakan salah satu pemicu utama meningkatnya kasus HIV/AIDS di berbagai lapisan masyarakat. Oleh karena itu, Pemkab Kutim akan memperkuat pengawasan di lapangan sekaligus melakukan penertiban terhadap tempat hiburan malam yang disalahgunakan untuk praktik ilegal. Ia juga menekankan pentingnya pencegahan sejak dini agar tidak berdampak buruk bagi generasi muda.

Lebih lanjut, Mahyunadi menegaskan bahwa penanganan HIV/AIDS tidak cukup hanya melalui sosialisasi atau kampanye publik. Pemerintah harus hadir dengan langkah nyata berupa pembinaan, pemeriksaan rutin, serta penertiban terhadap aktivitas yang berpotensi meningkatkan risiko penularan penyakit tersebut.

Dalam kesempatan itu, Mahyunadi juga memberikan apresiasi kepada KPAD Kutim atas dedikasinya dalam menjalankan edukasi masyarakat, pemeriksaan dini, serta pemetaan kasus di lapangan meskipun dengan anggaran terbatas. “Saya apresiasi KPAD karena mampu memaksimalkan dana yang ada untuk kegiatan pencegahan dan penanggulangan HIV. Harapan kami, Kutim bisa mencapai zero HIV/AIDS,” ujarnya.

KPAD Kutim disebut telah memetakan sekitar 90 persen kasus HIV/AIDS di wilayahnya. Berdasarkan hasil pemantauan, sebagian besar penyebaran terjadi secara tersembunyi, sehingga pendekatan personal dinilai lebih efektif dibandingkan metode sosialisasi massal. Pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam upaya meminimalkan risiko penyebaran HIV di Kutai Timur.

Ke depan, Pemkab Kutim berencana meningkatkan sinergi antara aparat penegak hukum, tenaga kesehatan, serta organisasi masyarakat agar program pencegahan HIV/AIDS berjalan lebih terarah dan menyentuh seluruh lapisan warga. Edukasi tentang perilaku hidup sehat dan bahaya hubungan berisiko tinggi juga akan diperluas hingga ke tingkat desa.

Dengan komitmen kuat pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan Kutai Timur dapat menjadi daerah percontohan dalam pengendalian HIV/AIDS di Kalimantan Timur. Pemkab Kutim optimistis, dengan pengawasan ketat dan edukasi berkelanjutan, angka penularan dapat ditekan sehingga masyarakat hidup lebih sehat dan produktif. (*)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih