Kaltimdaily.com, Kukar – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus mematangkan persiapan untuk pengoperasian Puja Sera, kawasan kuliner dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang akan dibuka pada April 2026. Terletak di Bundaran Tuah Himba, Tenggarong, kawasan ini dirancang untuk menjadi pusat ekonomi kreatif dan destinasi kuliner baru di Kukar.
Saat ini, Pemkab Kukar tengah fokus pada pengelolaan operasional serta mekanisme seleksi bagi pelaku usaha yang akan mengisi unit tenant di kawasan Puja Sera. Fathul Alamin, Kepala Bidang Pengembangan UKM Dinas Koperasi dan UKM (DiskopUKM) Kukar, menjelaskan bahwa proses seleksi ini penting untuk menjamin kelancaran dan keberlanjutan operasional kawasan.
Puja Sera akan menjadi kawasan terpadu yang menggabungkan pusat kuliner, promosi produk UMKM, dan ruang rekreasi yang nyaman. Konsep penataan yang diusung adalah ruang terbuka yang bertujuan menciptakan tempat berkumpul bagi masyarakat sekaligus mendorong perekonomian lokal.
DiskopUKM Kukar saat ini tengah menyelesaikan sistem pendaftaran bagi pelaku UMKM yang ingin bergabung sebagai tenant. Sistem pendaftaran ini akan diumumkan secara terbuka dan mudah diakses oleh para pelaku usaha, khususnya yang berasal dari Kukar. Fathul memastikan bahwa tidak ada batasan sektor usaha yang dibuka, memberikan peluang bagi berbagai bidang usaha seperti kuliner, minuman, hingga produk kreatif lainnya. Namun, Pemkab Kukar memberikan prioritas kepada pelaku usaha lokal untuk memperkuat perekonomian daerah.
Pada tahap awal, Puja Sera akan menyediakan sekitar 50 unit tenant yang dikelompokkan berdasarkan jenis usaha, termasuk kuliner, minuman, dan produk kerajinan. Setelah seleksi, tenant akan mengelola unit usaha melalui kerja sama dengan Pemkab Kukar, yang juga menyediakan fasilitas tempat usaha, pendampingan manajemen, serta pelatihan pemasaran digital untuk meningkatkan daya saing produk.
Fathul juga menegaskan bahwa hingga saat ini, belum ada UMKM yang ditetapkan sebagai tenant karena seleksi dilakukan secara transparan. Calon tenant akan dievaluasi berdasarkan kualitas produk, legalitas usaha, pengalaman berwirausaha, dan kemampuan dalam memanfaatkan media digital untuk promosi.
Proyek ini melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Dinas Pariwisata, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Dinas Pekerjaan Umum. Kolaborasi antar OPD ini bertujuan untuk mengembangkan konsep destinasi kuliner, memperkuat produk UMKM, dan menyediakan infrastruktur yang diperlukan.
Rina, seorang pelaku UMKM kuliner di Tenggarong, menyambut baik rencana ini dan berharap Puja Sera dapat menjadi peluang baru untuk mengenalkan produk kulinernya kepada lebih banyak konsumen. Pemkab Kukar berharap kawasan ini dapat menarik ribuan pengunjung setiap pekan dan menciptakan peluang kerja baru bagi masyarakat.
Dengan pengelolaan yang baik dan seleksi tenant yang transparan, Pemkab Kukar yakin bahwa Puja Sera akan menjadi ikon baru dalam penggerakan ekonomi kreatif di Kutai Kartanegara, sekaligus memperkuat potensi UMKM di daerah tersebut. (*)

















