banner-sidebar
SamarindaKaltim

Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II Dimulai di Samarinda untuk Anak Kurang Mampu

Avatar
1080
×

Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II Dimulai di Samarinda untuk Anak Kurang Mampu

Share this article
Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II Dimulai di Samarinda untuk Anak Kurang Mampu
Groundbreaking Ceremony. Ft by ist

Kaltimdaily.com, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur secara resmi memulai pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II yang berlokasi di Jalan Stadion Palaran, Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda.

Pembangunan ini dilakukan di atas lahan seluas 7 hektare dan ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia pada Senin, 12 Januari 2026.

Sekolah ini direncanakan menjadi pusat pendidikan terpadu bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di wilayah tersebut, menggantikan dua sekolah rintisan yang sebelumnya beroperasi di lokasi terpisah.

Sekolah Rakyat Tahap II akan menampung siswa-siswa dari dua sekolah rintisan yang ada, yakni di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kalimantan Timur dan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda.

Terdapat 96 siswa di BPMP, sementara di BPVP terdapat 45 siswa SD, 25 siswa SMP, dan 22 siswa SMA. Meskipun kuota untuk siswa SD di BPVP adalah 50 orang, masih terdapat ruang untuk penambahan jumlah siswa yang memenuhi syarat. Setelah sekolah ini selesai dibangun, seluruh siswa dari kedua sekolah rintisan akan dipindahkan ke lokasi baru yang lebih terpusat dan terstruktur.

Proses pemindahan siswa ini akan dikelola oleh Kementerian Sosial dengan koordinasi penuh dari Pemerintah Kota Samarinda.

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Samarinda, Mochammad Arif Surochman, menjelaskan bahwa standar pendidikan di Sekolah Rakyat ini telah ditetapkan secara nasional, dengan harapan kualitas pendidikan yang dihasilkan seragam di seluruh Indonesia.

Dengan fasilitas yang lengkap, sekolah ini akan menawarkan program pendidikan yang tidak hanya terjangkau, tetapi juga berkualitas tinggi.

Meski belum ada informasi pasti mengenai jumlah siswa yang akan diterima, Mochammad Arif Surochman memastikan bahwa siswa dari sekolah rintisan akan menjadi prioritas utama dalam penerimaan.

Untuk menarik calon siswa baru, Pemerintah Kota Samarinda aktif melakukan sosialisasi melalui berbagai saluran, termasuk media sosial dan kolaborasi dengan Dinas Pendidikan, relawan sosial, serta program-program pendampingan seperti Program Keluarga Harapan (PKH).

Sekolah ini juga dirancang sebagai sekolah berasrama yang menyediakan fasilitas lengkap mulai dari tempat tinggal, konsumsi, hingga pakaian, yang seluruhnya akan ditanggung oleh pemerintah.

Diharapkan, melalui program ini, anak-anak dari keluarga miskin yang sebelumnya kesulitan mengakses pendidikan layak, kini memiliki kesempatan yang setara untuk mengejar pendidikan yang berkualitas dan membuka peluang lebih baik di masa depan.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berkomitmen untuk mengurangi ketimpangan pendidikan dengan menyediakan fasilitas yang memadai bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Melalui pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II, diharapkan dapat menciptakan kesempatan pendidikan yang lebih merata di seluruh kalangan masyarakat, terutama bagi mereka yang sebelumnya terbatas oleh keterbatasan ekonomi. Langkah ini juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam menciptakan sumber daya manusia berkualitas yang dapat berkontribusi pada pembangunan daerah dan negara.

Ke depan, Sekolah Rakyat di Samarinda ini diharapkan menjadi model pendidikan yang dapat diperluas ke daerah-daerah lain di Kalimantan Timur, bahkan di seluruh Indonesia, guna memastikan bahwa tidak ada anak yang tertinggal dalam mendapatkan pendidikan berkualitas.

Melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai stakeholder, diharapkan sistem pendidikan inklusif ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat di masa depan. (*)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih