banner-sidebar
IKN

OIKN Targetkan IKN Bebas Kemiskinan, UMKM Digital Jadi Prioritas

Avatar
1169
×

OIKN Targetkan IKN Bebas Kemiskinan, UMKM Digital Jadi Prioritas

Share this article
IKN. Ft by ist

Kaltimdaily.com, IKN – Pemerintah Indonesia melalui Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menegaskan komitmennya untuk menjadikan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) bebas kemiskinan pada tahun 2035.

Salah satu strategi utama yang sedang dijalankan adalah mendorong transformasi digital pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat di wilayah ibu kota baru tersebut.

Pembangunan IKN, yang terletak di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, tidak hanya difokuskan pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga pada penguatan ekonomi kerakyatan. OIKN menyadari bahwa UMKM memiliki peran krusial dalam menciptakan pemerataan kesejahteraan dan membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat lokal.

Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat OIKN, Conrita Ermanto, menjelaskan bahwa sejumlah program telah dirancang untuk mempersiapkan UMKM menghadapi era ekonomi digital. Tujuan utama dari upaya ini adalah agar pelaku usaha lokal dapat berkembang seiring dengan pesatnya pembangunan IKN, sekaligus menjadi komponen penting dalam mencapai target nol persen kemiskinan.

Fokus utama OIKN adalah menciptakan ekosistem digital yang mendukung UMKM agar dapat memanfaatkan teknologi secara maksimal. Dukungan yang diberikan mencakup fasilitasi penjualan berbasis daring, pendampingan pemasaran digital, promosi produk, pemberian insentif usaha, hingga pelatihan peningkatan kapasitas. Melalui berbagai langkah ini, diharapkan UMKM dapat memperluas pasar, meningkatkan daya saing, dan memastikan keberlanjutan usaha mereka.

Sebagai bagian dari pelaksanaan program ini, OIKN menggandeng Bank Indonesia untuk memperkuat literasi keuangan digital dan meningkatkan pemahaman pelaku UMKM mengenai legalitas produk. Kolaborasi ini diwujudkan dalam bentuk lokakarya dan pelatihan yang diadakan di Kecamatan Samboja dan Samboja Barat, Kutai Kartanegara, yang menjadi wilayah penyangga strategis bagi IKN.

Kedua kecamatan tersebut memiliki potensi UMKM yang besar dengan puluhan desa aktif dalam kegiatan ekonomi masyarakat. Program peningkatan kapasitas ini diikuti oleh 60 pelaku UMKM dari masing-masing kecamatan. Mereka dibekali pengetahuan praktis untuk dapat mengelola usaha secara lebih profesional dan adaptif terhadap perubahan pasar.

Melalui berbagai inisiatif ini, OIKN berharap UMKM lokal tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan menjadi penggerak ekonomi inklusif di kawasan IKN. Transformasi digital bagi UMKM menjadi kunci penting untuk memastikan pembangunan ibu kota baru berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Langkah OIKN ini diharapkan dapat membuka jalan bagi terciptanya IKN yang tidak hanya modern dalam infrastruktur, tetapi juga dalam sistem perekonomian yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan meningkatkan kualitas UMKM lokal, IKN bisa menjadi model bagi kawasan lain dalam pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi berbasis teknologi.

Ke depannya, OIKN akan terus memperluas program ini dengan menjangkau lebih banyak pelaku UMKM di seluruh wilayah IKN, memastikan bahwa setiap lapisan masyarakat mendapatkan manfaat dari transformasi digital dan berkontribusi terhadap pembangunan kota yang bebas kemiskinan pada tahun 2035. (*)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih