banner-sidebar
BalikpapanKorupsi

Mantan Sekretaris KPU Balikpapan Ditahan, Kasus Korupsi Dana Hibah Rp 53 Miliar Terbongkar

Avatar
1337
×

Mantan Sekretaris KPU Balikpapan Ditahan, Kasus Korupsi Dana Hibah Rp 53 Miliar Terbongkar

Share this article
Sekretaris KPU Balikpapan. Ft by Ist

Kaltimdaily.com, BalikpapanBalikpapan lagi heboh nih, guys! Mantan Sekretaris KPU Balikpapan periode 2019–2022, Sabrani alias SYE, resmi jadi tersangka dan langsung ditahan sama Kejaksaan Negeri (Kejari) Balikpapan. Kasusnya bukan main-main, karena nyangkut dugaan korupsi dana hibah gede banget dari Pemkot Balikpapan buat Pilkada 2020.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Balikpapan, Dony Dwi Wijayanto, cerita kalau dana hibah buat KPU Balikpapan ini totalnya tembus Rp 53 miliar! Dicairkan dua kali—sekitar Rp 22 miliar di 2019, terus Rp 31 miliar di 2020—dan harusnya dipakai buat semua kebutuhan Pilkada Wali Kota Balikpapan. Tapi, hasil audit BPKP Kaltim malah nemuin indikasi kerugian negara sampai Rp 2,2 miliar.

Masalahnya, duit itu diduga diselewengin lewat laporan pertanggungjawaban fiktif sama penggunaan dana yang nyimpang dari tujuan. Nah, SYE yang waktu itu jadi kuasa pengguna anggaran dan pejabat pembuat komitmen, dianggap jadi otak di balik semua penyimpangan ini.

Awalnya SYE cuma diperiksa sebagai saksi, tapi setelah bukti-bukti mulai lengkap—mulai dari keterangan saksi, dokumen, surat, sampai hasil pemeriksaan ahli—statusnya langsung naik jadi tersangka. Kejari bilang, semua bukti udah cukup buat nunjukkin ada perbuatan melawan hukum yang bikin duit negara tekor.

Kasus ini langsung jadi buah bibir di Balikpapan karena nominalnya gede dan fungsinya penting banget buat kelancaran Pilkada. Kejari janji bakal tuntas nyelidikin kasus ini sampai ke akar-akarnya, biar jadi efek jera buat siapa aja yang coba main-main sama dana publik.

Bahkan, beberapa warga mulai mempertanyakan gimana sih pengawasan penggunaan dana hibah selama ini, apalagi buat acara sepenting Pilkada. Publik berharap Kejari Balikpapan bisa ngebongkar semua pihak yang terlibat, nggak cuma satu orang, biar keadilan bener-bener ditegakkan.

Kalau nanti kasus ini terbukti di pengadilan, prosesnya bisa jadi contoh nyata kalau penyalahgunaan anggaran publik di Balikpapan nggak akan dibiarkan. Harapannya, ini jadi sinyal buat semua pejabat daerah supaya transparan dan hati-hati dalam ngatur duit rakyat. (*)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih