Kaltimdaily.com, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda kembali mendorong masyarakat untuk memanfaatkan keberadaan Mal Pelayanan Publik (MPP) sebagai pusat layanan administrasi terpadu. Meski menyediakan berbagai fasilitas dalam satu lokasi, tingkat kunjungan warga ke MPP dinilai masih belum maksimal.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Samarinda, Marnabas Patiroy, mengatakan masih banyak warga yang belum mengetahui kemudahan layanan yang tersedia di MPP. Ia menyebut, sejumlah layanan yang selama ini identik dengan kantor tertentu sebenarnya bisa diakses langsung di MPP dengan proses yang lebih praktis.
Salah satu contoh layanan yang tersedia adalah pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Menurut Marnabas, masyarakat tidak perlu lagi berpindah-pindah kantor karena seluruh proses dapat dilakukan di satu tempat. Kecepatan dan kemudahan layanan tersebut diharapkan mampu menghemat waktu dan tenaga masyarakat.
Selain layanan administrasi, MPP Samarinda juga menghadirkan fasilitas menikah gratis bagi masyarakat yang ingin melangsungkan akad nikah secara sederhana. Pemkot menyediakan tempat, dekorasi dasar, serta konsumsi ringan untuk sekitar 30 tamu tanpa dipungut biaya, selama seluruh persyaratan administrasi telah dipenuhi.
MPP Samarinda turut menjadi pusat layanan lintas instansi, mulai dari BPJS Kesehatan, Perumdam Tirta Kencana, Kantor Imigrasi, hingga Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Dengan sistem satu atap, masyarakat dapat mengurus berbagai keperluan dalam satu kunjungan tanpa harus mendatangi banyak kantor.
Tak hanya fokus pada pelayanan administrasi, Pemkot Samarinda juga menghadirkan program pojok baca di area MPP sebagai upaya meningkatkan minat literasi masyarakat. Program ini mulai berlaku sejak 1 Januari 2026 dan terbuka untuk seluruh pengunjung, baik anak-anak maupun orang dewasa, dengan apresiasi sederhana bagi yang meluangkan waktu membaca.
Keberadaan pojok baca diharapkan menjadikan MPP tidak sekadar tempat mengurus dokumen, tetapi juga ruang publik yang edukatif dan ramah keluarga. Pemkot ingin menciptakan suasana pelayanan yang nyaman sekaligus mendorong kebiasaan positif di tengah masyarakat.
Melalui berbagai inovasi tersebut, Pemkot Samarinda berharap MPP dapat dimanfaatkan secara optimal oleh warga. Pemerintah menargetkan MPP menjadi simbol pelayanan publik modern yang efisien, mudah diakses, dan memberi nilai tambah bagi kehidupan masyarakat Samarinda. (*)

















