banner-sidebar
Kutai Kartanegara

Kukar Sulap Lahan Eks Tambang Jadi Lumbung Pangan Masa Depan

Avatar
1260
×

Kukar Sulap Lahan Eks Tambang Jadi Lumbung Pangan Masa Depan

Share this article
Ilustrasi Lahan eks Tambang. Ft by Ist

Kaltimdaily.com, Kukar – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, punya gebrakan keren buat manfaatin lahan eks tambang.

Bayangin aja, area bekas tambang seluas 1,5 hektare yang biasanya gersang sekarang disulap jadi pusat ketahanan pangan. Proyek ini digarap bareng PT Baramulti Suksessarana (BSSR) Tbk dengan dimulai dari penanaman jagung unggulan Bisi 321 Simetal.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, bilang kalau program ini sejalan sama visi nasional buat wujudkan kemandirian pangan. Katanya, pemanfaatan lahan eks tambang ini nggak cuma bikin tanah tidur jadi produktif, tapi juga punya efek positif buat lingkungan sekaligus ngeboost ekonomi lokal. Semua ini masuk ke dalam visi “Kukar Idaman Terbaik” yang menaruh sektor pertanian sebagai fokus utama pembangunan.

Buat ngejalanin program ini, Pemkab Kukar kasih support penuh, mulai dari sarana produksi, mesin pertanian modern, sampai infrastruktur pendukung. Menurut Aulia, setelah era tambang selesai, pertanian harus jadi kekuatan baru buat perekonomian Kukar.

Posisi Kukar yang strategis makin bikin program ini punya nilai tambah. Soalnya, Kukar diproyeksikan jadi salah satu penyangga utama pangan buat Ibu Kota Nusantara (IKN). Dengan penduduk IKN yang makin bertambah, kebutuhan pangan pasti ikut naik, dan Kukar siap banget jadi pemasok utama pangan segar dan berkualitas.

Aulia juga berharap, lahan eks tambang ini nggak cuma berhenti di jagung doang. Ke depannya, kawasan ini bisa berkembang jadi kawasan pertanian terpadu. Mulai dari peternakan, palawija, sampai diversifikasi hasil tani lainnya. Kalau konsep ini jalan, Kukar bakal punya ekosistem pertanian yang mandiri sekaligus berkelanjutan.

Faktanya, Kukar emang udah jadi produsen padi terbesar di Kalimantan Timur. Tahun 2023, hasil gabah kering giling mereka tembus 115 ribu ton lebih, meski tahun 2024 sedikit turun jadi 106 ribu ton. Data ini jadi bukti kalau Kukar punya potensi besar buat jaga ketahanan pangan, apalagi sebagai penyangga utama IKN nanti.

Lewat kerja bareng antara pemerintah daerah dan perusahaan swasta, program ini diharapkan bisa jadi contoh keren pemanfaatan lahan pasca-tambang di Indonesia. Kukar kini makin pede buat ngukuhin diri sebagai lumbung pangan masa depan Kaltim sekaligus tulang punggung buat kebutuhan pangan IKN.

Kalau langkah ini konsisten dijalankan, lahan eks tambang yang tadinya dianggap nggak berguna bakal punya cerita baru sebagai penopang ekonomi sekaligus penjaga lingkungan. Nggak cuma itu, warga lokal juga bisa ikut ngerasain manfaatnya lewat lapangan kerja baru dan tambahan pemasukan.

Pada akhirnya, perubahan wajah lahan eks tambang di Kukar ini bukan sekadar proyek, tapi bukti nyata kalau masa depan hijau dan berkelanjutan bisa lahir dari tanah bekas tambang. Kukar bisa jadi inspirasi buat daerah lain di Indonesia buat mulai mikirin transisi serupa demi masa depan pangan yang lebih terjamin. (*)

Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih