Kaltimdaily.com, Samarinda – Komisi IV DPRD Kota Samarinda lagi serius banget ngebahas kondisi pendidikan bareng Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).
Dalam rapat hearing yang digelar di ruang Bapemperda, Selasa (1/7/2025), ketua Komisi IV, Novan Syahronny Pasie, langsung turun tangan mimpin diskusi.
Topik utamanya? Evaluasi program pendidikan 2025 dan usulan perubahan anggaran.
Novan langsung nyorotin dua hal krusial: pembangunan infrastruktur sekolah dan kualitas guru yang makin krisis karena banyak yang pensiun tapi nggak ada pengganti.
“Tiap tahun guru pensiun, tapi rekrutmennya minim. Ini harus segera diatasi!” kata Novan. Nggak cuma itu, dia juga ngebahas soal kursi-kursi kosong di beberapa SMP negeri gara-gara orang tua lebih milih sekolah favorit, jadi yang lain malah nggak penuh.
Sementara itu, Kepala Disdikbud, Asli Nuryadin, jelasin kalau proyek pembangunan sekolah udah jalan 40 persen, dan serapan anggarannya nyentuh 30 persen. Targetnya sih, tahun ini serapan bisa lebih baik dari tahun lalu.
“Proyek Sekolah Terpadu hampir kelar. Buku pelajaran LKPD juga udah dikirim, tanggal 14 Juli semua sekolah udah terima,” ucap Asli.
Ia juga wanti-wanti supaya nggak ada lagi jual-beli LKS, dan menyarankan anak-anak pakai seragam lama dulu biar nggak jadi beban ortu.
Terkait PPDB, ternyata masih ada 700-an kursi kosong di SMP negeri. Rencananya, siswa yang belum dapat tempat bakal didistribusikan ke sekolah yang kuotanya masih longgar. Soal dugaan kecurangan, Asli bilang belum ada laporan resmi ke Satgas.
“Satgas kerja independen, nggak melibatkan orang dinas. Kalau pun ada laporan, ya harus dicek dulu kebenarannya,” jelasnya.
Hearing kali ini jadi bukti kalau DPRD Samarinda dan Disdik serius banget benahin dunia pendidikan. Kolaborasi mereka nggak cuma buat bangun sekolah, tapi juga ngejaga kualitas guru, transparansi PPDB, dan pemerataan akses pendidikan di semua kecamatan.
Harapannya, lewat langkah konkret ini, semua anak di Samarinda—tanpa pandang lokasi atau status—bisa dapet pendidikan yang berkualitas dan merata.
DPRD pun janji bakal terus ngawasin, biar anggaran pendidikan nggak cuma habis di atas kertas tapi benar-benar terasa di lapangan. (ADV/DPRDSMR/YN)















