BRIN Ungkap Tantangan Penyediaan Air Bersih di IKN, Prediksi Dampak 2028
Kaltimdaily.com, IKN – Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laras Tursilowati, menyampaikan temuan riset terbaru terkait ketersediaan air bersih di Ibu Kota Nusantara (IKN). Hasil riset menunjukkan bahwa kondisi air di IKN saat ini masih jauh dari ideal.
Data yang diperoleh mengungkapkan bahwa hanya 0,5% dari total air yang tersedia di permukaan, sementara 79% lahan di kawasan IKN adalah kawasan non-air.
Prediksi ini dihasilkan melalui pendekatan artificial neural network (ANN), dengan akurasi hingga 97,7%.
Laras mengingatkan bahwa hasil riset ini harus menjadi perhatian serius mengingat rencana pemerintah untuk menjadikan IKN sebagai ibu kota politik pada 2028. Ia menilai bahwa kondisi ini menjadi peringatan penting bagi para pemangku kebijakan untuk segera mengatasi masalah keberlanjutan sumber daya air.
Keberadaan air bersih yang memadai sangat krusial untuk mendukung kebutuhan kota yang terus berkembang. Untuk itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam kajian hidrologi, konservasi lahan, dan pengelolaan infrastruktur air.
Selain itu, Laras juga menyoroti pentingnya edukasi masyarakat dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air. Jika tidak dikelola dengan bijak, air dapat menjadi sumber persaingan, terutama dalam menghadapi meningkatnya kebutuhan di kawasan urban seperti IKN.
Meski kajian ini belum sepenuhnya disampaikan kepada Otorita IKN, Laras berharap riset ini dapat diterima oleh pihak terkait sebagai bahan pertimbangan dalam perencanaan pembangunan kota.
Berdasarkan kondisi geografis Kalimantan yang memiliki curah hujan tinggi, Laras menyarankan beberapa langkah pengelolaan air yang lebih baik. Salah satunya adalah pembangunan hutan kota sebagai penyangga ekologi untuk menjaga keberlanjutan pasokan air.
Selain itu, penerapan konsep sponge city yang memungkinkan kota menyerap dan menyimpan air hujan secara alami, serta pembangunan embung dan sistem digitalisasi distribusi air, juga menjadi langkah yang sangat penting dalam menjaga cadangan air terutama pada musim kemarau.
Melihat potensi tantangan yang ada, keberlanjutan pengelolaan air di IKN memerlukan pemahaman mendalam dan langkah preventif. Pemanfaatan teknologi canggih dalam sistem pengelolaan air dapat menjadi solusi untuk menghadapi permasalahan ini. Pemerintah dan pihak terkait perlu segera merancang kebijakan yang komprehensif agar IKN dapat berkembang dengan tetap menjaga keberlanjutan sumber daya alam, khususnya air.
Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya pengelolaan sumber daya alam, diharapkan keberlanjutan IKN dapat berjalan seiring dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan. Inovasi dan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan ilmuwan akan memainkan peran penting dalam menciptakan kota yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. (*)














