banner-sidebar
WellFy

Jangan Anggap Remeh! Ini Fakta Mengerikan soal Stroke di Indonesia

Avatar
1206
×

Jangan Anggap Remeh! Ini Fakta Mengerikan soal Stroke di Indonesia

Share this article
Jangan Anggap Remeh! Ini Fakta Mengerikan soal Stroke di Indonesia
Penyakit Stroke. Ft by Healthy

Kaltimdaily.com, Kesehatan – Stroke itu bukan cuma penyakit orang tua, Bro-Sis. Menurut dr. Mursyid Bustami, spesialis saraf dari RS Pusat Otak Nasional (PON), penyakit stroke sekarang udah jadi penyebab kematian tertinggi kedua di Indonesia setelah penyakit jantung. Gila, kan? Sekitar 21% dari seluruh angka kematian disumbang sama penyakit stroke!

Stroke ini terjadi pas aliran darah ke otak terganggu, bisa karena sumbatan atau pembuluh darah pecah. Nah, kondisi ini bikin sel-sel otak mati secara perlahan karena nggak dapet suplai darah. Seremnya lagi, berdasarkan data Kemenkes tahun 2018, prevalensi penyakit stroke di atas usia 15 tahun itu 10,9 per 100 orang—naik drastis dibanding 5 tahun sebelumnya.

Yang bikin ngeri, stroke bisa menyerang siapa aja, bahkan anak muda! Faktor risiko utamanya kayak hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, merokok, kurang olahraga, obesitas, sampai gaya hidup nggak sehat kayak mabuk-mabukan dan pakai narkoba. Bahkan, ada juga stroke yang disebabkan kelainan bawaan pembuluh darah sejak lahir.

Jenis stroke ada dua nih: stroke iskemik (karena sumbatan) dan stroke hemoragik (karena pecahnya pembuluh darah). Dari total kasus stroke, sekitar 85% adalah stroke iskemik dan sisanya hemoragik. Dua-duanya sama-sama bahaya dan bisa bikin penderita lumpuh, kehilangan memori, bahkan meninggal dunia.

Menurut dokter Mursyid, pria punya risiko stroke lebih tinggi (55%) dibanding perempuan (45%), karena hormon perempuan cenderung lebih melindungi pembuluh darah. Data Kemenkes juga nyebut provinsi dengan angka stroke tertinggi adalah Kalimantan Timur, Yogyakarta, dan Sulawesi Utara.

Nah, kalau kamu lihat orang terdekat wajahnya miring, mulutnya mencong, susah bicara, atau tubuhnya lemas mendadak, jangan tunda lagi — langsung panggil ambulans dan bawa ke RS terdekat. Menurut dr. Dodik Tugasworo dari RS Kariadi, waktu emas buat menangani stroke cuma 4,5 jam pertama setelah serangan.

Dodik juga ngenalin singkatan SeGeRa ke RS (Senyum, Gerak, Bicara, Kebas, Rabun, dan Sakit Kepala Hebat). Ini buat bantu kamu ngenalin gejala stroke dengan cepat. Semakin cepat pasien dapet penanganan, makin besar peluangnya buat sembuh tanpa gejala sisa.

Tapi kenyataannya, masih banyak pasien datang ke rumah sakit udah lewat golden time. Apalagi di daerah terpencil yang minim fasilitas, dokter ahli, bahkan akses ke RS stroke masih susah. Saat ini, jumlah dokter saraf di Indonesia baru 2.500 orang, sementara kebutuhan pasien jauh lebih banyak.

WHO sendiri mencatat ada lebih dari 13,7 juta kasus stroke baru tiap tahun di dunia. Yang lebih mengagetkan, 60% di antaranya menyerang orang di bawah usia 70 tahun. Artinya, stroke nggak cuma penyakit orang tua doang—kita semua berisiko!

Pemerintah perlu banget nambahin fasilitas kesehatan khusus penanganan stroke dan pastikan masyarakat gampang dapet akses cepat ke RS. Soalnya, penanganan cepat itu kunci buat menyelamatkan nyawa dan menghindari cacat permanen.

Yuk, mulai dari sekarang jaga pola hidup sehat, jauhi rokok, kurangi junk food, dan rutin olahraga. Ingat, penyakit stroke bisa datang tanpa permisi, dan tiap menit yang terbuang bisa jadi penentu antara hidup atau mati. Jangan sampai nyesel, ya! (*)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih