Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Makin Kenceng, Publik Tunggu Langkah Tegas Presiden!
Kaltimdaily.com, Nasional – Kabar soal reshuffle di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming lagi jadi perbincangan panas.
Pemicunya nggak lain karena Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel ditangkap KPK lewat operasi tangkap tangan (OTT) pekan lalu.
Kursi Wamenaker pun sekarang masih kosong, meski pucuk Kementerian Tenaga Kerja tetap dipimpin oleh Yassierli.
Ketua Umum Golkar sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, buka suara. Dia menegaskan kalau reshuffle sepenuhnya ada di tangan Presiden Prabowo.
“Menyangkut reshuffle itu hak prerogatif Bapak Presiden. Golkar menyerahkan sepenuhnya kepada beliau,” ujar Bahlil usai ketemu Prabowo di Istana.
Bahlil juga bilang, reshuffle bukan hal baru. Pergantian atau pemberhentian pejabat udah jelas jadi kewenangan Presiden.
Jadi, kalau memang ada pergantian, semua pihak tinggal nunggu keputusan langsung dari Prabowo.
Presiden sendiri memastikan posisi kosong di Kementerian Tenaga Kerja nggak bakal dibiarkan terlalu lama.
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi menambahkan, isu reshuffle nggak perlu direspons dengan spekulasi berlebihan.
“Reshuffle itu cuma terjadi kalau diumumkan Presiden. Jadi selama belum ada pengumuman, nggak perlu berspekulasi,” tegas Hasan.
Sementara itu, Peneliti Constra Revan Fauzano menilai kasus Noel bisa jadi momentum besar buat Presiden Prabowo. Menurutnya, bisa aja Prabowo bikin langkah berani dengan melakukan reshuffle total kalau merasa ada menteri yang nggak sejalan sama visinya.
“Kasus ini bisa memicu langkah radikal Presiden buat evaluasi total,” kata Revan.
Revan juga yakin, pengajuan amnesti oleh Noel nggak bakal dikabulkan. Menurutnya, kalau Prabowo sampai setuju, itu malah bisa nurunin kredibilitasnya di mata publik.
Apalagi isu korupsi selama ini jadi salah satu perhatian besar di pemerintahan Prabowo, sejalan dengan Astacita yang memprioritaskan pemberantasan korupsi.
Ke depan, publik bakal terus menanti langkah apa yang diambil Presiden Prabowo. Apakah reshuffle terbatas hanya untuk kursi Wamenaker, atau bakal ada perombakan besar-besaran di kabinetnya.
Apapun itu, langkah Prabowo jelas bakal jadi sorotan. Bukan cuma karena menyangkut soliditas pemerintahan, tapi juga menyangkut kepercayaan publik yang masih tinggi terhadap kepemimpinannya.
Kalau reshuffle benar terjadi, tentu ini bakal jadi momentum pembuktian apakah Prabowo bisa makin memperkuat kabinetnya atau justru menghadapi tantangan politik baru.
Yang jelas, semua mata sekarang tertuju ke Istana, menunggu pengumuman resmi dari Presiden Prabowo. (*)

















