banner-sidebar
TeknoFokus

Inovasi AI Temukan 3 Sperma, Ibu Ini Akhirnya Hamil Setelah Puluhan Tahun

Avatar
591
×

Inovasi AI Temukan 3 Sperma, Ibu Ini Akhirnya Hamil Setelah Puluhan Tahun

Share this article
Inovasi AI Temukan 3 Sperma, Ibu Ini Akhirnya Hamil Setelah Puluhan Tahun
Sperm. Ft by GettyImages

Kaltimdaily.com, Tekno – Setelah hampir dua dekade berjuang untuk memiliki momongan, sepasang suami istri akhirnya mendapatkan titik terang dalam perjalanan panjang mereka menjadi orang tua. CNN melaporkan bahwa pasangan ini, yang memilih untuk tetap anonim, telah mencoba berbagai metode bayi tabung (IVF) yang berulang kali gagal karena sang suami mengidap azoospermia, kondisi langka yang menyebabkan tidak adanya sperma dalam cairan semen.

Menurut Klinik Cleveland, kondisi ini hanya mempengaruhi sekitar 1% pria di seluruh dunia. “Kalau biasanya dalam satu sampel terdapat 200 hingga 300 juta sperma, pada pasien seperti ini mungkin hanya ada dua atau tiga. Bukan dua juta, tapi betul-betul dua atau tiga sperma saja,” jelas Dr. Zev Williams, Direktur Columbia University Fertility Center, menggambarkan proses pencarian sperma sebagai “mencari jarum yang tersebar di ribuan tumpukan jerami.”

Titik balik datang ketika para peneliti mencoba metode baru berbasis AI bernama STAR (Sperm Tracking and Recovery) untuk memindai sampel semen sang suami. STAR menggabungkan kecanggihan kecerdasan buatan, pencitraan berkecepatan tinggi, dan teknologi robotik untuk menemukan bahkan sperma dalam jumlah yang nyaris tak terlihat — tanpa menggunakan bahan kimia atau sinar laser berbahaya.

Situs resmi pusat fertilitas menyatakan bahwa teknologi STAR mampu mengambil sekitar 8 juta foto dalam waktu kurang dari satu jam, kemudian menyaringnya dengan algoritma AI untuk menemukan sperma hidup. Hasilnya, tiga sperma berhasil ditemukan dari sampel tersebut dan digunakan dalam proses IVF.

“Saking seringnya gagal, kami benar-benar tidak mau berharap terlalu tinggi,” ujar sang istri kepada CNN. Namun keajaiban terjadi: untuk pertama kalinya, metode STAR berhasil digunakan dalam proses bayi tabung yang akhirnya membuat wanita tersebut benar-benar hamil. “Butuh dua hari bagi saya untuk percaya kalau ini nyata. Saya masih sering bangun pagi dan bertanya-tanya, ini mimpi atau bukan?”

Dr. Williams mengungkapkan, dalam satu kasus, seorang pasien telah memberikan sampel dan teknisi ahli mencarinya selama dua hari penuh tanpa hasil. Tapi ketika sampel itu dianalisis menggunakan sistem AI STAR, dalam waktu satu jam saja, ditemukan 44 sperma! Saat itulah mereka menyadari: “Ini bukan sekadar teknologi, ini benar-benar game-changer untuk dunia fertilitas.”

AI STAR tidak hanya mempercepat proses, tapi juga membuka peluang bagi jutaan pasangan yang selama ini sudah hampir menyerah. Metode pencarian sperma yang dulunya menyita waktu dan penuh ketidakpastian kini berubah total berkat sentuhan teknologi AI yang makin canggih.

Terobosan seperti STAR adalah bukti nyata bagaimana AI bukan cuma soal teknologi digital, tapi juga bisa menyentuh sisi paling manusiawi: harapan untuk menjadi orang tua. Bagi pasangan yang telah menunggu belasan tahun, tiga sperma yang berhasil ditemukan bukan sekadar angka—melainkan awal dari sebuah kehidupan baru.

Kemajuan teknologi seperti ini menjadi pengingat bahwa AI bisa menjadi alat harapan, bukan ancaman. Ketika digunakan dengan etika dan tujuan yang mulia, kecerdasan buatan seperti STAR bisa menjadi jembatan antara impian dan kenyataan bagi jutaan keluarga di seluruh dunia. (*)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih