Kaltimdaily.com, IKN – Presiden terpilih sekaligus Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk melanjutkan dan menyelesaikan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Hal ini disampaikannya dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Garuda, Nusantara, Senin (12/8/2024).
Menurut Prabowo, proyek IKN merupakan langkah strategis pemerataan pembangunan nasional sekaligus solusi untuk mengurangi beban Pulau Jawa yang selama ini menjadi pusat ekonomi dan populasi terbesar di Indonesia. Ia juga menilai IKN sebagai simbol kemajuan peradaban baru yang berakar pada nilai budaya bangsa.
“Saya bangga melihat nilai-nilai budaya Indonesia yang ditampilkan dalam pembangunan IKN. Kalau bisa, kita percepat. Ruang anggaran cukup besar, dan saya kira kita bisa selesaikan hal-hal penting di IKN ini,” ujar Prabowo.
Ia menekankan bahwa percepatan pembangunan akan difokuskan pada kawasan pusat pemerintahan, termasuk gedung MPR/DPR, Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, serta hunian bagi aparatur sipil negara (ASN). Prabowo juga menyoroti pentingnya kesiapan menghadapi potensi kebakaran hutan di sekitar kawasan IKN dengan penggunaan teknologi pemantauan modern.
“Kalau pusat pemerintahan sudah selesai, ibu kota bisa langsung beroperasi. Investor pasti akan semakin tertarik untuk menanamkan modalnya di Nusantara,” tambahnya optimistis.
Sebagai langkah lanjutan, Presiden Prabowo resmi melantik Basuki Hadimuljono sebagai Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) di Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/11/2025). Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 151/P Tahun 2024. Sebelumnya, Basuki menjabat sebagai Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta sempat menjadi Pelaksana Tugas Kepala OIKN usai Bambang Susantono mengundurkan diri pada Juni 2024.
Pemerintah juga telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah, yang menegaskan percepatan pembangunan IKN dengan target menjadikan Nusantara sebagai ibu kota politik Indonesia pada tahun 2028.
Menurut Basuki, regulasi ini memberikan kepastian hukum bagi masyarakat dan investor terkait keberlanjutan proyek IKN. Hingga September 2025, pemerintah telah menyelesaikan 44 menara hunian ASN yang siap digunakan. Ribuan ASN juga dijadwalkan mulai bertugas di Nusantara secara bertahap hingga tahun 2029.
Tahap pertama pembangunan yang berlangsung pada 2022–2024 telah menghasilkan berbagai infrastruktur vital, antara lain Istana Garuda, kantor pemerintahan, rumah sakit, hotel, dan bandara VVIP. Sementara itu, tahap kedua (2025–2028) difokuskan pada pemindahan ASN, pembangunan lembaga legislatif dan yudikatif, serta pengembangan kawasan hijau dan pendidikan.
Pemerintah menegaskan bahwa pembangunan IKN bukan sekadar pemindahan pusat administrasi negara, melainkan simbol transformasi menuju tata kelola pemerintahan yang modern, inklusif, serta berdaya saing global.
Lebih dari sekadar proyek fisik, IKN menjadi wujud nyata cita-cita besar Indonesia dalam membangun pemerataan ekonomi dan kesejahteraan lintas wilayah. Dengan dukungan penuh pemerintah pusat dan daerah, Nusantara diharapkan menjadi kota masa depan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Ke depan, keberhasilan pembangunan IKN akan menjadi cermin dari kolaborasi nasional yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Jika seluruh elemen bangsa terus bergerak bersama, Nusantara bukan hanya menjadi ibu kota baru, tetapi juga simbol kebangkitan Indonesia menuju era emas. (*)














