banner-sidebar
KaltimSamarinda

Hari Lingkungan Hidup: Wali Kota Samarinda Soroti Ancaman Sampah Plastik

Avatar
1473
×

Hari Lingkungan Hidup: Wali Kota Samarinda Soroti Ancaman Sampah Plastik

Share this article
Hari Lingkungan Hidup: Wali Kota Samarinda Soroti Ancaman Sampah Plastik
Andi Harun. Ft by Pemkot Samarinda

Kaltimdaily.com, Samarinda – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini jadi ajang Wali Kota Samarinda, Andi Harun, buat ngegas semua pihak biar serius hadapi krisis polusi plastik.

Dalam apel bareng di halaman GOR Segiri, Kamis (5/6/2025), beliau tegas banget bilang kalau masalah plastik bukan hal receh. Ini soal hidup matinya kualitas hidup kita ke depan.

Andi Harun ngangkat tema global tahun ini, “Ending Plastic Pollution”, yang katanya pas banget sama kondisi di lapangan.

Beliau bilang, “Kalau kita nggak ambil tindakan tegas, yang kita wariskan ke generasi selanjutnya bukan kota yang maju, tapi kota penuh kerusakan.”

Data yang disampaikan juga bikin kita mikir dua kali. Ternyata, selama 2024, Samarinda nyumbang 225 ribu ton sampah, dan 12,94 persen di antaranya adalah plastik. Itu artinya tiap hari ada 79,6 ton sampah plastik yang harus dihadapi.

“Ini bukan cuma ancaman buat sungai dan udara, tapi juga buat masa depan anak cucu kita,” kata Andi Harun di hadapan para pejabat dan undangan yang hadir.

Untungnya, Pemkot udah gak tinggal diam. Ada beberapa langkah konkret yang terus dijalankan, mulai dari Perwali soal pengurangan kantong plastik, kampanye diet plastik di internal pemerintah, sampai produksi sapu dari limbah plastik buat mendukung ekonomi sirkular.

Bahkan mereka juga kerja bareng swasta buat ngolah limbah plastik jadi gas metan dan bahan bangunan.

Keren sih, tapi ini baru awal.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup bukan cuma jadi momen buat kumpul dan bersih-bersih doang.

Ini jadi alarm keras kalau kita semua — warga, pemerintah, dan dunia usaha — harus satu suara dalam nyelametin lingkungan dari ancaman plastik.

Mumpung masih ada waktu buat berubah, yuk bareng-bareng mulai dari hal kecil: bawa tumbler sendiri, stop pake kantong kresek, dan lebih peduli sama sampah yang kita hasilin tiap hari.

Ingat, bumi nggak butuh penyelamat, tapi butuh orang-orang yang berhenti bikin rusak. (*)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih