banner-sidebar
Samarinda

Dishub Samarinda Usulkan Lampu Jalan dan Bus Pelajar

Avatar
990
×

Dishub Samarinda Usulkan Lampu Jalan dan Bus Pelajar

Share this article
Kepala Dishub Samarinda, Hotmaralitua Manalu. Ft by Yana

Kaltimdaily.com, Samarinda – Rapat bareng Komisi III DPRD Kota Samarinda jadi ajang curhat serius bagi Dishub Samarinda soal realisasi anggaran dan rencana besar ke depan.

Kadishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, hadir langsung buat ngasih laporan update anggaran 2025, rencana perubahan APBD-P 2025, dan usulan anggaran tahun 2026.

Rapat yang digelar di lantai 2 Gedung DPRD itu dipimpin oleh Ketua Komisi III Deni Hakim Anwar.

Beberapa anggota dewan kayak Achmad Sukamto, Abdul Rohim, Aan Andriansyah, Maswedi, dan Fahruddin juga hadir langsung.

Hotmarulitua bilang, dari sisi progres fisik, pelaksanaan program tahun ini udah jalan sekitar 70 persen. Tapi karena banyak proyek masih on progress, anggarannya belum bisa cair ke rekanan.

“Secara progres fisik sudah berjalan sekitar 70 persen. Tapi karena pekerjaannya belum selesai, maka anggarannya belum terserap maksimal,” jelasnya.

Untuk APBD-P 2025, Dishub Samarinda minta tambahan dana buat pasang lampu jalan di beberapa wilayah seperti Ulujadi Ilir, Meranti, dan komplek Citragria.

Selain itu, program Zona Selamat Sekolah (ZoSS) juga masuk prioritas utama demi jaminan keselamatan pelajar.

“Permintaan lampu jalan dan program ZoSS sudah masuk dalam perencanaan kami. Itu yang kami dorong dalam APBD-P 2025,” ujarnya lagi.

Ngomongin 2026, Dishub ngusulin anggaran khusus buat angkutan umum massal. Hotmarulitua menyadari, macet di Samarinda makin parah karena jumlah kendaraan pribadi udah nggak seimbang sama kapasitas jalan.

“Kalau angkutan umum tidak segera tersedia, maka kemacetan makin sulit dikendalikan,” tegasnya.

Hal lain yang jadi perhatian serius adalah pelajar yang berkendara tanpa SIM. Dia minta pelajar nggak bawa motor sendiri ke sekolah dan menyarankan agar diantar orang tua atau naik angkutan umum.

“Kami sudah sosialisasikan, termasuk pagi tadi di SMA Negeri 3 Samarinda. Pelajar harus diantar orang tua atau naik transportasi umum,” tegasnya lagi.

Sebagai solusi sementara, Dishub Samarinda juga ngusulin pengadaan bus pelajar lewat APBD-P 2025. Harapannya, ini bisa bantu kurangi motoran anak sekolah dan minimalisir kecelakaan lalu lintas.

Koordinasi juga terus dijalin bareng Satlantas Polresta Samarinda buat penegakan aturan di lapangan.

Rapat ini jadi bukti kalau fungsi pengawasan DPRD beneran jalan.

Semua usulan Dishub diarahkan buat nyentuh kebutuhan warga langsung—mulai dari lampu jalan, transportasi umum, sampai keselamatan pelajar. Tinggal gimana realisasinya nanti, semoga nggak cuma wacana. (*)

Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih