banner-sidebar
Samarinda

Digitalisasi Pasar Pagi Samarinda Dibahas, Wali Kota Minta Sistem Lebih Transparan

Avatar
1013
×

Digitalisasi Pasar Pagi Samarinda Dibahas, Wali Kota Minta Sistem Lebih Transparan

Share this article
Digitalisasi Pasar Pagi Samarinda Dibahas, Wali Kota Minta Sistem Lebih Transparan
Rapat Pemkot Samarinda. Ft by ist

Kaltimdaily.com, Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda kembali menggelar pembahasan terkait penerapan digitalisasi Pasar Pagi dalam rapat resmi di Ruang Rapat Wali Kota, Lantai 2 Balai Kota, Kamis (11/12/2025) sore.

Pembahasan dipimpin langsung Wali Kota Samarinda, Andi Harun, dengan menghadirkan Kepala Dinas Perdagangan, Nurrahmani, serta Sekretaris Diskominfo Samarinda, Suparmin.

Dalam pemaparannya, Kepala Dinas Perdagangan menegaskan skema pembagian lapak akan mengutamakan pedagang lama yang sebelumnya menempati area Pasar Pagi. Ia juga menyampaikan alur pendaftaran hingga aturan teknis yang akan diterapkan untuk memastikan proses distribusi lapak berlangsung tertib dan sesuai arahan pimpinan daerah.

Selanjutnya, Sekretaris Diskominfo, Suparmin, bersama timnya, memperkenalkan aplikasi digital Pasar Pagi yang dirancang untuk mempermudah pengelolaan data pedagang. Aplikasi tersebut memuat berbagai fitur administrasi, pengawasan, hingga pengaturan lapak yang dapat diakses oleh pedagang maupun Dinas Perdagangan.

Asisten II Setda Samarinda, Marnabas Patiroy, mengingatkan pentingnya keadilan dalam proses pembagian lapak demi menghindari potensi gesekan di lapangan. Ia menekankan bahwa seluruh mekanisme harus berjalan transparan dan memiliki dasar aturan yang kuat.

Wali Kota Andi Harun memberikan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah yang terlibat. Ia juga menekankan perlunya penguatan aspek hukum agar digitalisasi Pasar Pagi benar-benar menciptakan pasar modern yang tertib, efisien, dan memberikan kenyamanan bagi pedagang.

Sebagai penutup, Pemkot Samarinda menargetkan bahwa digitalisasi ini dapat menjadi model pengelolaan pasar tradisional berbasis teknologi di kota-kota lain. Penerapan sistem baru ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, mengurangi potensi konflik, serta menghadirkan lingkungan berdagang yang lebih profesional bagi masyarakat Samarinda.

Dengan langkah ini, Pasar Pagi Samarinda diharapkan menjadi ikon transformasi layanan publik yang menggabungkan tradisi perdagangan lokal dengan inovasi teknologi modern. Pemkot juga memastikan seluruh kebijakan akan terus disesuaikan dengan kebutuhan pedagang agar perubahan ini memberi dampak positif jangka panjang. (*)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih