Kaltimdaily.com, Samarinda – Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, kasih warning keras soal dua hal penting di proyek revitalisasi Pasar Pagi Samarinda.
Saat hadir di pembukaan Soekarno Cup Bola Voli Putri U-17, Sabtu (19/7/2025), Deni bilang sistem proteksi kebakaran dan pengolahan limbah alias IPAL harus benar-benar dimatangkan.
Turnamen voli yang berlangsung 19–22 Juli 2025 ini digelar di Lapangan AVBC Samarinda dan diikuti para pelajar dari berbagai daerah di Kaltim. Meski hadir untuk acara olahraga, Deni tetap sempat bahas proyek vital yang jadi sorotan warga kota.
Menurutnya, progres revitalisasi Pasar Pagi saat ini udah jalan sampai 64 persen.
Tapi dia wanti-wanti soal sistem keamanan dari potensi kebakaran, apalagi setelah kejadian besar kayak di Big Mall belum lama ini.
“Jangan sampai kejadian kebakaran kayak di Big Mall terulang lagi. Harusnya ini jadi pelajaran buat kita. Sistem proteksi kebakaran di Pasar Pagi harus bener-bener siap,” tegas Deni.
Nggak cuma soal kebakaran, Deni juga bilang IPAL atau sistem pengolahan limbah harus disiapkan maksimal.
Mengingat aktivitas pasar yang padat, limbah dari pedagang ikan, daging, dan lainnya bisa mencemari lingkungan kalau nggak ditangani serius.
“Di bawah Pasar Pagi itu ada aliran sungai. Jangan sampai limbah pasar malah merusak lingkungan. IPAL-nya harus dipastikan bener-bener berfungsi,” jelasnya.
Deni juga berharap proyek revitalisasi ini bisa kelar sebelum tutup tahun 2025,
biar perdagangan bisa kembali pulih dan aktif di awal tahun 2026.
Menurutnya, Pasar Pagi punya peran strategis sebagai pusat ekonomi masyarakat, jadi pembangunannya harus sesuai target dan standar kualitas.
Sementara itu, turnamen voli Soekarno Cup bukan cuma soal adu kemampuan, tapi juga ajang untuk tumbuhkan semangat nasionalisme dan karakter generasi muda lewat olahraga.
Sebuah kombinasi positif antara pembangunan fisik kota dan penguatan mental anak muda Kaltim. (YN)

















