banner-sidebar
KaltimSamarinda

Dari Kota Tepian Menuju Nasional, Campus League Jadi Panggung Kebangkitan Basket Mahasiswa Kaltim

Avatar
68
×

Dari Kota Tepian Menuju Nasional, Campus League Jadi Panggung Kebangkitan Basket Mahasiswa Kaltim

Share this article

Kaltimdaily.com, SamarindaSamarinda kembali menunjukkan geliat olahraga kampus. Untuk pertama kalinya, ajang Campus League 2026, Basketball Regional Samarinda Season 1 yang digelar di luar Pulau Jawa dan memilih GOR Indoor Serbaguna Sempaja sebagai tuan rumah. Meski baru diikuti 4 tim, atmosfer persaingan justru dipastikan panas karena setiap pertandingan menjadi penentu tiket menuju level nasional.

Empat kampus terbaik yang bertarung yakni Politeknik Negeri Samarinda, Universitas Mulawarman, Politeknik Negeri Balikpapan, dan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur. Seluruh tim menggunakan format setengah kompetisi atau round robin, tanpa semifinal maupun final. Artinya, setiap laga layaknya partai hidup mati.

Head of Competition Talent Development Campus League, Dave Leopold, mengatakan Samarinda dipilih karena menjadi kota pertama di luar Jawa yang dipercaya menggelar kompetisi ini. Menurutnya, potensi basket mahasiswa di Kalimantan Timur terus berkembang dan mulai menarik perhatian nasional.

“Walaupun baru 4 tim, justru ini menarik karena penentuan juara berlangsung sampai hari terakhir. Kalau ada tim saling mengalahkan, klasemen bisa berubah kapan saja,” ujarnya.

Dave mengungkapkan, juara regional Kalimantan nantinya akan langsung melaju ke putaran nasional dan bersaing melawan kampus-kampus terbaik dari Surabaya, Yogyakarta, Bandung, hingga Jakarta. Ia bahkan menjamin Campus League akan terus berjalan minimal selama 10 tahun ke depan.

Tak hanya sekadar kompetisi, Campus League juga mulai menjadi jalur pencarian bakat atlet mahasiswa. Dave menyebut beberapa pemain dari kompetisi sebelumnya sudah mendapat panggilan seleksi tim nasional setelah statistik permainan mereka dipantau federasi.

“Federasi ikut memantau. Jadi pemain dari daerah seperti Kalimantan punya peluang yang sama untuk dilirik,” katanya.

Di tengah keterbatasan fasilitas olahraga di Kalimantan, semangat para pemain tetap membara. Head Coach Politeknik Negeri Samarinda, Sandy Indracahya, mengaku timnya menghadapi berbagai kendala teknis selama persiapan, mulai dari fasilitas latihan hingga kondisi kebugaran pemain. Namun, ia menilai ajang ini menjadi momentum besar bagi basket mahasiswa di Samarinda.


“Ini yang kami tunggu-tunggu. Anak-anak basket sekarang bukan cuma punya mimpi main saat SMA, tapi juga tetap bisa berprestasi ketika kuliah,” ucapnya.

Sementara itu, Kapten Tim Politeknik Negeri Samarinda, Mohammad Risky, menyebut timnya mulai menemukan ritme permainan setelah sempat grogi di laga perdana.
“Game pertama masih adaptasi karena baru pertama ikut event seperti ini. Sekarang kami lebih siap dan fokus untuk pertandingan penentuan,” katanya.

Kehadiran Campus League di Samarinda bukan hanya soal perebutan gelar juara, tetapi juga membuka panggung baru bagi mahasiswa Kalimantan untuk menunjukkan bahwa talenta basket dari daerah mampu bersaing di level nasional.(*)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih