Kaltimdaily.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda mengeluarkan peringatan dini terhadap potensi banjir di Kalimantan Timur (Kaltim). Peringatan ini terkait dengan prediksi hujan intensitas sedang yang diperkirakan akan terjadi pada dasarian ketiga atau 10 hari terakhir bulan November 2025.
Kepala Stasiun Meteorologi APT Pranoto, Riza Arian Noor, mengungkapkan bahwa curah hujan antara 20 hingga 30 November 2025 diperkirakan berada pada kategori menengah, yakni antara 50 hingga 150 milimeter. Hujan dengan intensitas tinggi dan disertai angin kencang serta petir berpotensi menyebabkan bencana alam seperti banjir, tanah longsor, serta pohon tumbang. Hal ini juga dapat menyebabkan jalan licin dan sungai meluap di berbagai wilayah Kaltim.
Meski demikian, beberapa wilayah Kalimantan Timur bagian selatan seperti Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara bagian selatan diperkirakan akan menerima hujan dalam kategori rendah, antara 0 hingga 50 milimeter, dengan peluang hujan sekitar 50 hingga 60 persen. Sebaliknya, wilayah utara Kabupaten Kutai Barat, Kutai Timur bagian barat, dan Mahakam Ulu bagian selatan diperkirakan akan menerima curah hujan tinggi, berkisar antara 150 hingga 200 milimeter.
Secara keseluruhan, BMKG mencatat bahwa sifat hujan selama dasarian ketiga ini diperkirakan berada dalam kategori normal di Kaltim, dengan rentang 85 hingga 115 persen dari rata-rata. Namun, wilayah barat, tengah, dan timur Kaltim berpotensi mengalami curah hujan yang lebih tinggi, hingga mencapai 116 hingga 150 persen dari rata-rata normal.
Riza menambahkan, pemantauan hari tanpa hujan (HTH) selama dasarian kedua menunjukkan bahwa hampir seluruh wilayah Kaltim masih mengalami hujan, meskipun ada beberapa daerah yang mengalami periode kering singkat. “Banyak wilayah yang mengalami hari tanpa hujan dalam kategori sangat pendek, antara satu hingga lima hari, hingga kategori menengah antara 11 hingga 20 hari,” jelasnya.
BMKG mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan memperhatikan peringatan cuaca ekstrem ini, terutama di daerah yang rentan terhadap bencana alam. Warga diminta untuk mempersiapkan diri menghadapi potensi dampak hujan deras yang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah-wilayah rawan bencana diharapkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang bisa terjadi kapan saja. Pemantauan cuaca yang lebih intensif diharapkan dapat membantu mencegah kerugian lebih lanjut. (*)















