CCTV Samarinda Kini Bisa Diakses Publik Lewat Aplikasi Samagov (CCTV Online)
Kaltimdaily.com, Samarinda – (Pemkot) Pemerintah Kota Samarinda resmi membuka akses publik terhadap sejumlah kamera pengawas (CCTV) melalui platform berbasis PWA bernama Samagov. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot untuk memperkuat transparansi, meningkatkan keamanan publik, serta mendukung pemantauan arus lalu lintas secara real time di berbagai titik kota.
Melalui situs pwa.samagov.id, masyarakat dapat langsung memilih menu Pantau Sekitar untuk mengakses layanan CCTV aktif tanpa perlu menginstal aplikasi tambahan.
Sejumlah titik strategis seperti persimpangan padat, kawasan pusat kota, dan area rawan banjir kini dapat dipantau secara langsung. Meski begitu, beberapa kamera kadang tidak aktif akibat gangguan teknis atau proses pemeliharaan rutin.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Samarinda menjelaskan, keterbukaan akses ini bertujuan agar masyarakat dapat berperan dalam pengawasan kota secara langsung, terutama pada saat kondisi lalu lintas padat, cuaca ekstrem, maupun kejadian darurat.
Meski video live dapat diakses masyarakat umum, rekaman historis tetap tidak dibuka bebas. Warga yang membutuhkan rekaman untuk keperluan hukum, seperti kecelakaan lalu lintas atau penyelidikan kasus, wajib mengajukan permohonan resmi kepada instansi berwenang seperti Diskominfo, operator ATCS, atau kepolisian.
Dalam pengajuan permohonan, warga harus mencantumkan tanggal dan waktu kejadian, lokasi kamera, alasan permintaan, serta identitas diri.
Kepolisian biasanya menjadi pihak penghubung antara pemohon dan operator CCTV. Rekaman hanya akan diberikan jika permintaan disetujui secara resmi oleh instansi terkait.
Beberapa kamera diketahui mengalami gangguan sinyal atau kerusakan perangkat, sementara titik pemasangan masih berfokus pada wilayah dengan kepadatan lalu lintas tinggi dan potensi risiko rawan. Pemerintah juga memastikan distribusi data dan rekaman dilakukan secara ketat agar tidak disalahgunakan.
Kehadiran sistem ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga menilai inisiatif tersebut membuat sistem pengawasan kota semakin terasa nyata. Namun, sebagian masih mempertanyakan konsistensi kinerja kamera dan kecepatan layanan permohonan rekaman.
Salah seorang pengguna media sosial menulis, “Sekarang bisa lihat lalu lintas dari handphone, asalkan kamera-nya nyala. Semoga nanti bisa bantu kalau ada kejadian darurat.”
Akses publik terhadap CCTV Samarinda menjadi langkah maju menuju kota yang lebih transparan, aman, dan partisipatif. Ke depan, Pemkot Samarinda diharapkan dapat memperluas jangkauan kamera hingga ke wilayah perbatasan serta memperkuat sistem pemeliharaan agar layanan tetap stabil.
Jika sistem ini terus dikembangkan, Samarinda berpeluang menjadi salah satu kota digital paling terbuka di Kalimantan Timur. Dengan keterlibatan masyarakat dalam pengawasan, keamanan kota bisa meningkat tanpa harus menambah banyak petugas di lapangan. (*)















