banner-sidebar
Kutai Timur

Bupati Kutim Tanggapi Keluhan Masyarakat Adat Suku Darat Basap

Avatar
859
×

Bupati Kutim Tanggapi Keluhan Masyarakat Adat Suku Darat Basap

Share this article
Bupati Kutim Tanggapi Keluhan Masyarakat Adat Suku Darat Basap
Pertemuan Suku Dasap bersama Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. Ft by ist

Kaltimdaily.com, Kutim – Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menerima perwakilan masyarakat Suku Darat Basap dari Kecamatan Kaliorang dalam sebuah pertemuan yang penuh kejujuran dan harapan di Ruang Arau Kantor Bupati pada Selasa (28/10/2025).

Dalam pertemuan tersebut, para tokoh adat menyampaikan berbagai aspirasi yang telah lama terpendam, mengungkapkan kondisi kehidupan mereka yang semakin sulit, terutama terkait dengan keberadaan tanah leluhur yang semakin terabaikan.

Ridwan, anggota Dewan Adat Suku Darat Basap, menyampaikan keluhan utama mereka terkait dengan sulitnya akses terhadap air bersih, hilangnya banyak hutan di sekitar tempat tinggal mereka, serta terbatasnya fasilitas publik seperti kesehatan, pendidikan, dan sarana ibadah. Selain itu, Lamat, Ketua Seksi Adat dan Kebudayaan, menekankan pentingnya melestarikan upacara adat Basap yang semakin terpinggirkan. Ia juga berharap adanya pelatihan pembuatan baju kebesaran dari kulit kayu jongkok, yang kini hanya menjadi kenangan dari tradisi yang semakin dilupakan.

Asmuni, anggota Dewan Adat lainnya, menyoroti masalah serius lainnya, yakni kurangnya guru di sekolah-sekolah dan tingginya angka putus sekolah di kalangan anak-anak Basap.

Menanggapi keluhan-keluhan tersebut, Ervita Dwi Astuti, seorang relawan yang mendampingi masyarakat Basap, mengungkapkan bahwa mereka hanya ingin kehidupan yang lebih layak dan sejahtera, serta mendapatkan perhatian yang lebih dari pemerintah.

Bupati Ardiansyah Sulaiman merespons dengan positif dan mendengarkan keluhan masyarakat adat tersebut dengan seksama. Ia berjanji untuk menindaklanjuti aspirasi yang telah disampaikan, dengan melakukan kajian lebih lanjut untuk membentuk Kampung Adat Orang Darat Basap.

Kampung ini akan mencakup pembangunan lahan pertanian, kebun, tempat tinggal yang lebih layak, serta fasilitas pendidikan dan kesehatan yang lebih baik. Pembentukan kampung adat ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk pelestarian budaya, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta pengembangan wisata berbasis budaya.

Pertemuan yang penuh harapan ini berakhir dengan suasana yang hangat, dengan masyarakat Suku Darat Basap merasa suaranya telah didengar oleh pemerintah. Bupati Ardiansyah berharap langkah-langkah konkrit akan segera terlaksana untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat adat dan melestarikan budaya mereka. Pemerintah Kutim berkomitmen untuk memperbaiki kondisi yang ada dan memberikan perhatian lebih besar terhadap pembangunan dan keberlanjutan budaya masyarakat adat. (*)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih