banner-sidebar
Kutai Kartanegara

BPBD Kukar Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem hingga April 2026

Avatar
1189
×

BPBD Kukar Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem hingga April 2026

Share this article
Longsor. Ft by ist

Kaltimdaily.com, Kukar – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem yang diperkirakan akan berlangsung hingga April 2026. Peringatan ini dikeluarkan menyusul fenomena anomali cuaca yang menyebabkan dua puncak musim hujan ekstrem sepanjang tahun.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kukar, Edy Haryadi, menjelaskan bahwa angin kencang dan hujan lebat yang melanda kawasan ini belakangan ini merupakan bagian dari siklus cuaca ekstrem yang sedang terjadi. Sejak bulan November 2025, BPBD Kukar telah mengeluarkan imbauan mengenai potensi bencana hidrometeorologi, yang telah disebarkan ke seluruh kecamatan. Tujuannya agar warga tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana, seperti hujan deras dan angin kencang, yang diperkirakan dapat berlanjut hingga April mendatang.

Berdasarkan prediksi meteorologi, tahun ini diperkirakan akan terjadi dua kali puncak musim hujan ekstrem. Sebagai langkah antisipasi, Bupati dan Sekretaris Daerah Kukar telah memanggil seluruh pihak terkait, seperti TNI, Polri, dan kepala desa, untuk memperkuat kesiapsiagaan di tingkat daerah. Selain itu, pemerintah daerah juga telah membentuk grup koordinasi khusus yang bertugas memantau kondisi cuaca dan bencana secara real-time untuk mempermudah respons cepat di lapangan.

BPBD Kukar juga memberikan perhatian khusus terhadap potensi tanah longsor di beberapa daerah yang berisiko tinggi. Meskipun keadaan saat ini terpantau stabil, beberapa kecamatan seperti Marangkayu, Samboja, dan Loa Janan telah dimasukkan dalam peta kewaspadaan tinggi. Di wilayah Tabang, BPBD memantau kemungkinan meluapnya Sungai Belayan akibat hujan intens, yang dapat memicu terjadinya banjir besar.

Sebagai langkah antisipasi lebih lanjut, BPBD Kukar telah menetapkan status siaga untuk memonitor perkembangan cuaca serta menerima laporan dari camat dan aparat TNI-Polri setempat. Jika diperlukan, tim teknis akan dikerahkan untuk penanganan darurat. Edy Haryadi juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya, seperti pohon tumbang atau pergerakan tanah yang bisa terjadi akibat hujan lebat.

Masyarakat diharapkan untuk selalu mengikuti instruksi dari BPBD dan tidak panik. Ketelitian dalam memantau kondisi sekitar dan kewaspadaan terhadap bencana alam dapat membantu meminimalisir kerugian akibat cuaca ekstrem yang tidak dapat diprediksi.

Ke depan, BPBD Kukar akan terus memperkuat koordinasi dengan instansi terkait, baik di tingkat kabupaten, kecamatan, maupun desa, guna memastikan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. Masyarakat juga diminta untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan dan memitigasi risiko bencana, seperti membersihkan saluran air dan memantau kondisi pohon di sekitar rumah. (*)

Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih