banner-sidebar
KaltimKutai Timur

Anggaran Fantastis Buat Sepatu ASN Rp1,4M di Kutim Disorot Publik

Avatar
940
×

Anggaran Fantastis Buat Sepatu ASN Rp1,4M di Kutim Disorot Publik

Share this article
Anggaran Fantastis Buat Sepatu ASN Rp1,4M di Kutim Disorot Publik
Kutai Timur. Ft by Ist

Kaltimdaily.com, Kutim – Heboh pengadaan sepatu buat ASN di Kutai Timur!

Pemerintah Kabupaten Kutim lewat Sekretariat Daerah nganggarkan duit sampai Rp1,4 miliar lebih buat beli sepatu pantofel.

Totalnya? 620 pasang sepatu berbahan suede dan nubuck, bro!

Data itu muncul di laman resmi Rencana Umum Pengadaan (RUP) 2025 milik LKPP. Pengadaan ini dilakukan lewat sistem e-purchasing, dengan kode RUP 57157546 dan diumumkan sejak 13 Februari 2025.

Tapi, rencana belanja sepatu ini malah bikin anggota DPRD Kutim, Faisal Rachman, angkat suara.

Dia heran kenapa di tengah kondisi keuangan daerah yang lagi efisiensi, justru ada program yang dianggap kurang penting.

APBD lagi disesuaikan karena utang daerah masih numpuk. Harusnya yang gak berdampak langsung ke masyarakat itu ditunda dulu, termasuk pengadaan sepatu ini,” tegas Faisal yang dilansir melalui laman bontangpost.id, Rabu (11/6).

Faisal juga ngebahas soal urgensi program ini. “Ini program ada efeknya gak sih buat ngurangin kemiskinan, bantu stunting, atau nambah kesejahteraan warga? Kalau enggak, ya harus dievaluasi,” lanjutnya.

Menariknya, Wakil Bupati Kutim Mahyunadi malah ngaku gak tau soal rencana pengadaan sepatu ini.

“Adakah? Gak tahu saya itu,” ucap Mahyunadi, Kamis (12/6), sambil janji bakal cari info lebih lanjut.

“Nanti saya cek sepulang dari sini. Makasih infonya ya,” tambahnya singkat.

Warganet juga mulai ramai ngebahas anggaran sepatu ASN ini di media sosial. Banyak yang menyayangkan dana sebesar itu dipakai untuk hal yang dianggap kurang prioritas, padahal masih banyak kebutuhan lain yang lebih mendesak.

Pengadaan sepatu ini seolah jadi cerminan betapa pentingnya transparansi dan efisiensi anggaran daerah.

DPRD dan masyarakat berharap program-program yang dibiayai APBD bisa lebih tepat sasaran dan punya dampak nyata ke masyarakat bawah. (*)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih