banner-sidebar
WellFy

Anak Kurang Gizi Ancam Prestasi Belajar, Ini Kata FKI

Avatar
733
×

Anak Kurang Gizi Ancam Prestasi Belajar, Ini Kata FKI

Share this article
Anak Kurang Gizi Ancam Prestasi Belajar, Ini Kata FKI
Ilustrasi. Ft by Ist

Kaltimdaily.com, Kesehatan – Organisasi nirlaba Fokus Kesehatan Indonesia (FKI) baru aja nge-drop temuan yang cukup bikin geleng-geleng. Dari hasil studi ke 500 anak SD di Jakarta, ternyata banyak banget yang ngalamin kekurangan zat besi, energi, bahkan perawakan pendek karena kurang gizi. Dan yang lebih parah, semua itu bikin anak-anak jadi rentan gangguan memori kerja alias working memory.

Direktur Eksekutif FKI, Nila Moeloek, bilang kalo memori kerja ini penting banget buat anak-anak di sekolah. “Tanpa working memory yang oke, anak nggak bisa fokus, susah ngikutin instruksi guru, apalagi ngafal pelajaran,” ungkap mantan Menkes RI ini, Selasa (22/10/2024) di Jakarta.

Penelitian bareng Koordinator Riset FKI Ray Wagiu Basrowi juga nemuin fakta yang nggak main-main. Anak yang kekurangan gizi punya risiko 3 kali lebih besar mengalami gangguan memori dibanding yang gizinya cukup. Bahkan, 30 persen anak kelas 3–5 SD yang anemia udah mulai kelihatan gejala gangguan konsentrasinya.

Ray juga bilang, 19 persen anak yang diteliti terbukti anemia dan kebanyakan gara-gara kekurangan zat besi. Anemia ini bikin anak jadi lemot, susah fokus, dan sulit mikir logis. “Ini bukan cuma soal fisik ya, tapi langsung ngefek ke kemampuan kognitif anak di kelas,” jelas Ray yang juga pendiri Health Collaborative Center (HCC).

Yang lebih mengkhawatirkan, sekitar 28 persen anak kekurangan energi, dan lebih dari 63 persen kekurangan karbohidrat. Menurut Nila, ini bukti nyata banyak anak SD yang gak cukup makan. “Padahal karbohidrat dan zat gizi makro penting banget buat energi otak. Gimana mau belajar kalau makan aja enggak cukup?” jelasnya.

Kalau dibiarkan, situasi ini bakal jadi bom waktu buat masa depan pendidikan kita. Bayangin aja, generasi penerus udah kehilangan fokus dari bangku SD. Pemerintah, sekolah, dan orang tua kudu barengan atasi isu anak kurang gizi, biar enggak cuma sekadar program tapi beneran solusi yang nyata.

Yuk, mulai dari hal kecil! Bekal sehat, sarapan bergizi, dan edukasi ke orang tua bisa jadi langkah awal biar anak-anak kita tumbuh sehat, aktif, dan punya daya pikir yang tajam buat ngejar masa depan cerah! (*)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih