Kaltimdaily.com, Samarinda – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu, baru aja buka suara soal rencana besar buat benahi sistem transportasi di kota ini. Hal itu dia sampaikan usai ikut Rapat Dengar Pendapat (RDP) bareng DPRD Samarinda di Ruang Rapat Paripurna lantai II, Kamis (15/5/2025). FYI, rapat itu juga bahas soal penolakan relokasi Pasar Subuh yang lagi rame dibahas warga.
Manalu bilang, Dishub sekarang lagi fokus buat masukin program penguatan transportasi publik ke Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Targetnya? Biar bisa nyambung ke program nasional mulai 2026 nanti.
“Jadi kita dorong ini masuk RPJMD, terus lanjut ke rencana kerja 2026. Semuanya harus nyambung sama arahan dari Bappenas,” ungkap Manalu ke wartawan.
Dia juga ngaku kalau kondisi transportasi umum di Samarinda masih jauh dari kata ideal. Warga masih banyak ngandelin kendaraan pribadi, soalnya layanan transportasi publik yang bener-bener dikelola pemerintah itu nyaris nggak kelihatan batang hidungnya.
“Yang masih jalan sekarang tuh angkot-angkot swasta. Pemerintah belum bisa maksimal hadir kasih solusi transportasi publik yang layak,” katanya blak-blakan.
Tapi tenang, ada angin segar nih. Ke depannya, Dishub bakal ganti strategi. Nggak beli armada sendiri, tapi beli jasa dari operator swasta. Jadi sistemnya, pemerintah cuma jadi pengatur, dan yang nyediain transportasinya tetap swasta—dibayar berdasarkan jarak tempuh.
“Kita nggak akan beli bus. Sistemnya kita bayar per kilometer ke operator. Pemerintah cukup jadi regulator aja,” lanjut Manalu.
Langkah ini diharapkan bisa bikin transportasi umum makin gampang diakses warga dan sekaligus ngurangin ketergantungan sama motor atau mobil pribadi. Semuanya sejalan sama misi pemerintah pusat buat bangun kota yang lebih ramah lingkungan.
Kalau rencana ini jalan mulus, bukan nggak mungkin dalam beberapa tahun ke depan, wajah transportasi Samarinda bakal berubah total. Warga bisa lebih nyaman dan praktis ke mana-mana tanpa harus mikirin macet atau bensin naik.
Mudah-mudahan aja, program ini nggak cuma wacana di atas kertas. Harapannya, Pemkot dan DPRD bisa serius kawal implementasinya, biar impian punya transportasi umum yang kece di Samarinda beneran jadi kenyataan! (YN)







