Kaltimdaily.com, Samarinda- Komisi III DPRD Kaltim menindaklanjuti terkait rekonstruksi jalan Muarabadak, Marangkayu, Batas Bontang 2 hingga Batas Bontang 3. Dimana ke-4 kontraktor yang bekerja turut dipanggil bersamaan dengan pihak Dinas PUPR-Pera Kaltim untuk menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung E DPRD Kaltim.
Adapun keempat kontraktor yang dipanggil diantaranya, PT Libra Putra Pratama dengan anggaran Rp41,6 miliar, PT Hastomulyo Adiprima dengan anggaran Rp21,8 miliar, PT Imanuel Karya Perkasa dengan anggaran Rp36,2 dan PT Alvi Sinar Abadi dengan anggaran 34,3 miliar.
Dalam RDP, Wakil Ketua Komisi III Akhmed Reza Fachlevi sebagai pimpinan rapat pun menyoroti terkait minimnya progres dan lambannya pengerjaan dari para kontraktor tersebut. Dimana dengan total anggaran Rp134 miliar, dan panjang jalan yang dikerjakan total sejauh 10 km.
“Kami meminta para kontraktor ini komitmen, mengingat waktu pengerjaan mepet dan rata-rata progress masih dibawah 25 persen. Bahkan ada yang masih 7 persen, oleh sebab itu kami meminta komitmen terkait jaminan tepat waktu agar sesuai target,” ucapnya.
Reza melanjutkan, pihaknya berharap selain sesuai target, ia juga mengingatkan agar mutu dan kualitas juga harus dijaga.
“Jangan sampai selesai tepat waktu, tapi mutu dan kualitasnya tidak sesuai spesifikasi,” jelasnya.
Bahkan, Reza menyebut pihaknya akan membawa tim teknis dari DPRD Kaltim guna memastikan apakah pekerjaannya sudah sesuai atau belum. Dimana nantinya, akan ada dilakukan beberapa tes terhadap struktur jalan yang dikerjakan.
“Kedepan kami akan kembali melakukan peninjauan lapangan untuk memastikan usai RDP ini apakah sesuai dengan spesifikasi dalam perencanaan,” paparnya.
Sementara itu, usai RDP perwakilan PT Libra Putra Pratama, Gunawan Harlin memberikan tanggapannya usai mendapatkan memberikan sorotan tajam mengingat pihak kontraktor ini progresnya masih 7 persen dari renncana 26 persen.
“Kami akan berusaha semaksimal mungkin agar kerjaan ini sesuai target,” jelasnya.
Lebih lanjut, perwakilan PT Hastomulyo Adiprima, Jupran yang progresnya masih 19 persen dari renncana 33 persen pun turut memberikan jawaban.
“Seperti tadi sudah kami sampaikan disaat RDP, kami masih optimis bahwa pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu,” paparnya.
Terakhir, Hariadi selaku KPA dari Dinas PUPR-Pera mengungkapkan, pihaknya siap melakukan pengawasan mengingat ada tim yang akan turun di lapangan guna mengawal kegiatan ini agar selesai sesuai target.(Yan)







