Kaltimdaily.com, Tekno – Perusahaan teknologi kesehatan asal Prancis, Sensome, baru aja ngumumin hasil riset terbarunya yang dipublikasikan di jurnal Science Advances. Dalam studi tersebut, Sensome memperkenalkan metode canggih berbasis microsensing untuk memantau dinamika spasial dan temporal sel kanker secara real-time dan tanpa zat pewarna, yang selama ini jadi standar dalam mikroskopi.
Metode ini memadukan teknologi micro-electrode arrays, electrical impedance spectroscopy (EIS) untuk menganalisis karakteristik jaringan di sekitar sensor, serta algoritma prediktif berbasis AI. Dengan pendekatan ini, pemantauan bisa dilakukan lebih cepat, lebih akurat, dan tahan terhadap gangguan noise—menjadi solusi unggul dibanding metode tradisional.
Penelitian ini digarap bareng tim dari École Polytechnique dan Center for Nanoscience and Nanotechnology (C2N). Dalam uji coba, sensor diuji pada sel normal dan sel kanker payudara, dan hasilnya mampu memprediksi evolusi sel, kepadatan, ukuran rata-rata, hingga jenis sel, sejalan dengan hasil mikroskopi konvensional.
“Teknologi ini bisa mengurangi ketergantungan pada mikroskopi dalam pemantauan sel kanker dan membuka wawasan baru dalam diagnosis serta terapi kanker,” kata Abdul Barakat, peneliti senior CNRS sekaligus profesor di École Polytechnique.
Sensome mengklaim teknologi mereka bisa memantau pertumbuhan tumor hingga melihat persaingan antara sel sehat dan sel kanker hanya dengan EIS, tanpa mengganggu proses alami sel. Hal ini jadi terobosan penting dalam dunia medis yang terus melaju dengan pemanfaatan teknologi AI dan sensor pintar.
CEO Sensome, Franz Bozsak, menyebut bahwa ini adalah langkah pertama dalam menjajaki potensi teknologi mereka untuk memantau fenomena terkait kanker seperti pertumbuhan tumor. “Kami juga lagi riset penerapan teknologi ini di kasus kanker paru-paru, di mana deteksi langsung di lokasi sangat penting,” ujarnya.
Meski teknologi ini masih berstatus investigasional dan belum disetujui untuk penggunaan komersial di AS maupun negara lain, Sensome terus memperluas kolaborasi. Mereka menggandeng ASAHI INTECC untuk pengembangan sistem Clotild® Smart Guidewire untuk stroke iskemik, serta Cosmotec untuk distribusinya di Jepang setelah dapat izin edar.
Kehadiran teknologi pemantau jaringan dari Sensome ini bisa jadi revolusi dalam cara dunia medis memantau perkembangan kanker. Tanpa zat pewarna atau perlakuan invasif, pasien bisa mendapat pemantauan yang lebih aman dan akurat.
Kolaborasi antara lembaga riset seperti CNRS dan École Polytechnique dengan perusahaan teknologi seperti Sensome membuktikan bahwa masa depan dunia medis bergantung pada sinergi antara sains dan teknologi canggih. Dengan terus dikembangkan, teknologi ini berpotensi menyelamatkan lebih banyak nyawa dan memberi harapan baru bagi pasien kanker di seluruh dunia. (*)















