Kaltimdaily.com, Bola – Manchester United kembali gagal meraih poin penuh setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan West Ham United pada lanjutan Premier League di Old Trafford, Jumat (5/12/2025) dini hari WIB. Hasil tersebut menghadirkan sorotan tajam dari legenda klub, Roy Keane, yang menilai performa MU menunjukkan ketakutan untuk menang.
Dalam laga tersebut, Manchester United membuka keunggulan melalui Diogo Dalot pada menit ke-58. Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama setelah Soungoutou Magassa mencetak gol balasan pada menit ke-83. Skor 1-1 tidak berubah hingga pertandingan berakhir.
Hasil imbang ini memperpanjang catatan kurang memuaskan Manchester United dalam lima pertandingan terakhir Premier League. Dari lima laga itu, Setan Merah hanya mampu mencatat satu kemenangan. Lebih jauh, tiga hasil imbang yang diraih terjadi setelah MU lebih dulu unggul, tetapi gagal mengamankan keunggulan hingga akhir laga.
Roy Keane, yang kini menjadi analis di Sky Sports, menyoroti menurunnya agresivitas tim setelah mencetak gol. Ia menilai skuat asuhan Ruben Amorim cenderung pasif dan kehilangan keberanian untuk menyelesaikan pertandingan.
“Setelah mencetak gol melawan tim yang berada di papan bawah, mereka justru menurunkan intensitas. Tanpa meremehkan West Ham, MU seperti melepas kendali permainan,” ujar Keane. “Setiap kali saya menonton mereka, hasilnya selalu mengecewakan. Tidak tajam dan tidak cukup kuat untuk mengunci kemenangan.”
Keane menilai performa Manchester United belakangan ini berada pada level yang mengkhawatirkan. Meskipun beberapa kali menunjukkan tanda perbaikan, ia menilai tidak ada konsistensi maupun mental yang kuat dari tim. “Satu menit tampil baik dan naik ke posisi kelima, menit berikutnya kembali terpuruk. Beberapa pertandingan terakhir sudah sangat buruk. Mereka terlihat takut menuntaskan pertandingan,” katanya.
Dengan hasil imbang ini, Manchester United gagal memanfaatkan peluang untuk merangkak ke posisi lima besar klasemen sementara Liga Inggris. Tim asuhan Ruben Amorim kini berada di peringkat kedelapan dengan 22 poin dari 14 pertandingan.
Situasi ini diperkirakan akan meningkatkan tekanan terhadap Ruben Amorim, yang diminta segera membawa stabilitas bagi performa tim. Manchester United dituntut menemukan kembali karakter permainan agresif yang identik dengan klub tersebut, terutama dalam laga-laga krusial.
Ke depan, MU menghadapi jadwal padat dan harus memanfaatkan setiap pertandingan untuk bangkit. Para pendukung berharap tim dapat memperbaiki konsentrasi dan penyelesaian akhir agar tidak kembali kehilangan poin di laga-laga yang seharusnya bisa dimenangkan. Momen kebangkitan dinilai sangat penting agar MU tetap berada dalam persaingan zona Eropa dan menghindari tekanan yang lebih besar pada sisa musim. (*)















