banner-sidebar
ADVDPRD SamarindaKaltimSamarinda

Sampah Bikin Pening, Aan Minta DLH Nggak Tinggal Diam!

Avatar
706
×

Sampah Bikin Pening, Aan Minta DLH Nggak Tinggal Diam!

Share this article
Sampah Bikin Pening, Aan Minta DLH Nggak Tinggal Diam!
Muhammad Andriansyah (Aan). Ft by Yana

Kaltimdaily.com, SamarindaAnggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Muhammad Andriansyah alias Aan, lagi-lagi angkat bicara soal masalah klasik yang belum kelar: sampah. Dalam obrolan bareng media di Kantor DPRD Samarinda, Kamis (15/5/2025), Aan bilang udah waktunya sistem pengelolaan sampah dibenahi serius, nggak asal jalan gitu aja.

Menurut Aan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kudu lebih tegas dalam mengatur siapa aja yang boleh memilah sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS). “Harus ada aturan mainnya. Nggak bisa sembarang orang nyelonong ke TPS terus ngacak-ngacak. Pemulung pun harus jadi bagian dari sistem yang legal, bisa kerja sama sama bank sampah atau pihak swasta,” katanya.

Dia juga nyorot kondisi TPS yang masih banyak terbuka bebas. Padahal idealnya, pemilahan sampah udah mulai dari rumah. “Kalau warga udah bisa pisah-pisahin sampah dari awal, yang dibuang ke TPS tinggal sisa yang bener-bener nggak bisa dimanfaatkan. Sisanya bisa dibakar pakai insinerator,” lanjutnya.

Yang bikin Aan makin geleng-geleng, data volume sampah aja nggak jelas. “Berapa ton sampah dari pasar tiap hari aja kita nggak tahu. Kalau datanya ngambang gini, gimana mau bikin perencanaan?” kritiknya tajam.

Makanya Aan ngusulin dibentuknya Badan Pengelola Sampah. “Urusan sampah ini harus ada yang pegang beneran. Masa bikin acara 17-an aja ada panitianya, ngurus sampah yang tiap hari numpuk malah nggak ada badan resminya?” sindir Aan.

Nggak cuma urusan teknis, Aan juga ingetin soal pentingnya pendekatan sosial. Banyak warga, termasuk pemulung, yang kadang nggak ngerti aturan bukan karena bandel, tapi karena minim info dari pemerintah. “Pemkot jangan nunggu ribut dulu baru turun tangan. RT, lurah, camat itu juga bisa dilibatkan buat sosialisasi program,” tegasnya.

Aan berharap, ke depan pengelolaan sampah di Samarinda bisa jadi sistem yang rapi, terukur, dan melibatkan semua pihak. Masalah sampah ini bukan cuma soal bau dan kotor, tapi juga cermin dari cara kota ini dijalankan.

Jangan sampai karena kelalaian pengelolaan, sampah malah jadi bom waktu yang nyusahin semua. DPRD siap dorong solusi konkret, tinggal nunggu komitmen dari DLH dan pemerintah kota buat bener-bener turun tangan! (ADV/DRPDSMR/YN)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih