Saham BCA (BBCA) Naik 2,74% di Tengah Penurunan IHSG yang Tajam
Kaltimdaily.com, Bisnis – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam sebesar 2,57% pada 15 Oktober 2025, mencapai level 7.915. Penurunan ini didorong oleh aksi jual yang masif di hampir seluruh sektor, dengan sektor teknologi (-5,25%), energi (-5,02%), transportasi (-4,18%), dan finansial (-0,89%) paling tertekan.
Saham perusahaan-perusahaan besar seperti PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) juga tercatat jatuh signifikan.
Namun, di tengah penurunan pasar yang terjadi, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) justru mencatatkan kenaikan sebesar 2,74%, menjadi satu-satunya saham dari kelompok bank besar yang mengalami penguatan. Saham BBCA ditutup pada harga Rp7.500.
Keberhasilan ini didorong oleh fundamental yang kuat, dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp39,06 triliun, meningkat 8,52% dibandingkan tahun sebelumnya, serta pertumbuhan kredit sebesar 9,28% YoY. Rasio CASA BBCA yang tinggi di angka 83,5% turut memberikan dukungan terhadap stabilitas margin bunga bersih (NIM).
Kinerja solid BBCA menjadikannya pilihan utama bagi para investor, meskipun kondisi pasar yang kurang stabil. Meski sektor perbankan secara umum mengalami koreksi, analis percaya saham BBCA akan segera rebound begitu pasar stabil.
Dengan Price to Book Value (PBV) yang terdiskon di angka 3,45x, saham BBCA diprediksi memiliki potensi kenaikan harga yang cukup signifikan. Konsensus dari para analis menunjukkan potensi kenaikan harga saham BBCA hingga 46% dari harga saat ini.
Analis memperkirakan bahwa BCA, dengan fundamental yang solid, tetap akan menjadi pilihan investasi yang menarik dalam jangka panjang, terutama saat pasar mengalami pemulihan. Oleh karena itu, bagi investor yang mencari saham dengan potensi pertumbuhan jangka panjang, BBCA adalah salah satu yang perlu diperhatikan. (*)















