Kaltimdaily.com, Nasional – Bupati Pati, Sudewo, dengan tegas bilang kalau dia nggak bakal mundur dari jabatannya meskipun banyak banget yang nuntut dia turun terkait kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang nyentuh angka 250%. Meskipun baru beberapa bulan menjabat, Sudewo bilang kalau kebijakan ini diambil supaya pendapatan daerah Pati bisa meningkat dan mendukung kemajuan daerah. Walau banyak protes dari masyarakat, dia tetep ngeyel dan nggak akan lepas jabatan karena dipilih langsung oleh rakyat lewat mekanisme demokrasi.
Di tengah demo besar-besaran yang dihadapi, Bupati Sudewo nggak lupa minta maaf dan janji bakal evaluasi lagi kebijakan tersebut. Dia juga jelasin kalau kenaikan PBB nggak berlaku untuk semua wajib pajak, jadi ada yang kena dampak lebih besar dibanding yang lainnya. Untuk meredakan ketegangan, Sudewo bilang dia siap duduk bareng dengan masyarakat buat ngobrol dan nyari solusi terbaik yang bisa diterima semua pihak.
Meski begitu, Sudewo tetap berkomitmen kalau kebijakan ini bakal terus dikaji, dan dia berharap masyarakat bisa paham dengan alasan di balik kebijakan tersebut. Bersama dengan Wakil Bupati Risma Ardhi Chandra, Sudewo tetep optimis kalau program-program pembangunan yang udah direncanakan bakal terus berjalan dan membawa perubahan positif untuk Pati.
Dengan keteguhan yang ditunjukkan oleh Bupati Sudewo, masyarakat Pati diharapkan bisa lebih memahami keputusan yang telah diambil, meskipun tidak semua pihak setuju. Proses perubahan memang tidak selalu mulus, namun dengan dialog yang terbuka dan niat baik untuk kemajuan daerah, diharapkan semua pihak bisa mencapai kesepakatan demi Pati yang lebih baik.
Tantangan besar memang masih ada di depan mata, namun Sudewo dan Risma Ardhi Chandra tidak gentar untuk melanjutkan perjuangan mereka. Dengan pendekatan yang lebih inklusif dan keterbukaan untuk mendengarkan aspirasi masyarakat, harapannya kebijakan tersebut bisa membawa hasil positif dan berkelanjutan untuk Pati. (*)

















