Kaltimdaily.com, Nasional – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan mengunjungi Aceh pada hari Rabu, 31 Desember 2025, untuk merayakan malam tahun baru bersama masyarakat yang terdampak bencana banjir dan longsor.
Kunjungan ini akan menjadi yang keempat kalinya bagi Presiden setelah serangkaian kunjungan sebelumnya yang bertujuan untuk memantau situasi dan mendukung upaya pemulihan pascabencana di wilayah tersebut. Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, mengonfirmasi bahwa Prabowo akan berkunjung untuk memberikan dukungan moral sekaligus memastikan proses pemulihan berjalan sesuai rencana.
Meski demikian, rincian lebih lanjut mengenai agenda kunjungan Presiden belum sepenuhnya jelas. Beberapa lokasi yang mungkin dikunjungi, seperti Bener Meriah, masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.
Qodari menyebutkan bahwa keputusan akhir mengenai kunjungan Presiden akan dipastikan setelah diskusi lebih lanjut dengan Sekretaris Kabinet, Pak Teddy. Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat semangat masyarakat Aceh yang tengah berjuang bangkit pasca-bencana.
Kunjungan Presiden Prabowo ke Aceh pertama kali dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, pada Selasa, 30 Desember 2025. Dalam rapat tersebut, Dasco menyampaikan bahwa pemulihan pascabencana di Aceh menjadi fokus utama bagi pemerintah, dan dukungan anggaran pada tahun 2026 akan digunakan untuk mempercepat proses pemulihan di wilayah yang paling parah terdampak bencana tersebut.
Sebelumnya, Prabowo telah mengunjungi Aceh sebanyak tiga kali pasca-bencana, yakni pada 1, 7, dan 12 Desember 2025.
Kunjungan terakhir ini akan menjadikan total kunjungannya menjadi empat kali sejak bencana melanda. Aceh merupakan daerah yang paling terdampak, dengan kerusakan yang lebih parah dibandingkan wilayah lain seperti Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Melalui kunjungan ini, Presiden diharapkan dapat memberikan motivasi dan semangat bagi masyarakat Aceh yang tengah berjuang pulih. Selain itu, kunjungan ini juga bertujuan untuk memonitor pelaksanaan pemulihan dan memastikan bantuan serta sumber daya yang diperlukan dapat segera sampai kepada masyarakat.
Kehadiran Presiden Prabowo di Aceh pada malam pergantian tahun juga diharapkan dapat mempererat hubungan antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus menguatkan komitmen pemerintah untuk mempercepat pemulihan.
Masyarakat Aceh yang telah lama menantikan dukungan ini diharapkan dapat merasakan manfaat langsung dari kebijakan dan program pemulihan yang lebih efektif dan tepat sasaran. (*)







