SamarindaWellFy

Penyakit TBC di Samarinda Meningkat, Pemkot Percepat Deteksi dengan Skrining Cepat

Avatar
1243
Ilustrasi TBC. Ft by Ist

Kaltimdaily.com, Samarinda – Penyakit tuberkulosis (TBC) masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat Kota Samarinda. Gejala khas TBC, seperti batuk yang tidak kunjung sembuh, penurunan berat badan yang drastis, dan keringat malam, masih sering ditemukan di kalangan warga.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda, antara Januari hingga Agustus 2025, tercatat 1.645 kasus baru dari 11.447 warga yang telah diperiksa. Hingga September 2025, sebanyak 44 orang dilaporkan meninggal dunia akibat TBC, menegaskan bahwa penyakit ini tetap menjadi masalah kesehatan utama di ibu kota Kalimantan Timur.

Pemerintah Kota Samarinda terus menekankan pentingnya deteksi dini sebagai langkah utama untuk mengurangi jumlah kasus dan mencegah angka kematian. Kepala Dinkes Samarinda, Ismid Kusasih, menjelaskan bahwa pihaknya telah memperluas program Active Case Finding (ACF), yang merupakan upaya pencarian kasus aktif dengan petugas kesehatan yang turun langsung ke lapangan.

“Kami belajar dari negara maju, di mana kunci keberhasilannya adalah skrining cepat: temukan kasus, lalu obati. Ini yang sedang kami terapkan di Samarinda,” jelas Ismid pada Senin (15/9/2025).

Namun, meskipun upaya ini dilakukan, tingkat penemuan kasus TBC masih tergolong rendah dan belum mencapai 70 persen dari estimasi jumlah penderita yang ada. Hal ini menjadi perhatian khusus mengingat TBC sudah menjadi program prioritas nasional yang mendapat perhatian langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Oleh karena itu, Pemkot Samarinda terus berupaya untuk mempercepat proses skrining agar pasien segera menerima pengobatan yang diperlukan.

“Semakin cepat ditemukan, semakin besar peluang pasien untuk sembuh,” tambah Ismid.

Selain upaya medis, Pemkot Samarinda juga menekankan pentingnya pencegahan berbasis perilaku masyarakat, yang meliputi menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan pola hidup sehat, dan penggunaan masker. “Penting diingat, TBC ini menular melalui pernapasan. Oleh karena itu, pencegahan sederhana bisa sangat membantu untuk menyelamatkan banyak orang,” tegas Ismid.

Dinas Kesehatan Samarinda juga menyediakan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di seluruh puskesmas, termasuk pemeriksaan untuk TBC. Layanan ini bertujuan memudahkan warga untuk melakukan deteksi dini tanpa kendala biaya. Inisiatif jemput bola ini sangat disambut baik oleh keluarga pasien yang merasa lebih terbantu dengan adanya layanan pemeriksaan gratis.

Dengan pengobatan yang konsisten, banyak pasien yang berhasil sembuh total dan kembali menjalani kehidupan normal.

Bagi Pemerintah Kota Samarinda, melawan TBC bukan sekadar masalah angka, tetapi juga merupakan upaya untuk memastikan hak dasar masyarakat untuk hidup sehat. Program deteksi dini ini menjadi harapan besar agar tidak ada lagi nyawa yang melayang akibat penyakit menular yang sebenarnya dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat.

Ke depannya, pemerintah berharap lebih banyak lagi warga Samarinda yang sadar akan pentingnya pemeriksaan rutin dan pengobatan tepat waktu. Semoga melalui langkah-langkah preventif dan pengobatan yang cepat, angka TBC di Samarinda dapat menurun secara signifikan, dan masyarakat dapat hidup dengan lebih sehat dan produktif. (*)

Udah tau belum? Kaltimdaily.com juga ada di Google News lhooo..

Site Info Site Info
Exit mobile version