Kaltimdaily.com, Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kembali menggelar aksi peduli lingkungan dengan melaksanakan Gerakan Perahu Ketinting Pungut Sampah di Sungai Karang Mumus, Sabtu (6/12/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemkot dalam menjaga kebersihan dan kualitas ekosistem sungai.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, memimpin langsung penyusuran Sungai Karang Mumus menggunakan perahu ketinting sambil mengumpulkan sampah yang mengapung serta memantau kondisi bantaran. Aksi tersebut turut disertai kegiatan penaburan 1.000 benih ikan patin, penyerahan satu unit truk sampah baru untuk DLH, dan penanaman pohon guna menambah ruang hijau di sekitar kawasan sungai.
Saefuddin menegaskan bahwa partisipasi masyarakat memegang peranan penting dalam menjaga kebersihan Sungai Karang Mumus. Ia mengimbau warga bantaran sungai untuk menjadikan sungai sebagai sumber kehidupan dan bukan sebagai tempat pembuangan sampah. DLH juga terus mendorong kolaborasi warga, komunitas, dan pemerintah agar kebersihan sungai dapat terjaga secara berkelanjutan.
Gerakan ini merupakan langkah lanjutan Pemkot Samarinda dalam mengembalikan fungsi Sungai Karang Mumus sebagai ruang lingkungan yang nyaman dan bermanfaat bagi masyarakat. Program bersih-bersih sungai tersebut diharapkan dapat menekan volume sampah serta meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga ekosistem air.
Selain itu, Pemkot juga menargetkan penguatan program restorasi sungai melalui penataan bantaran, peningkatan fasilitas kebersihan, dan pembinaan warga di sekitar DAS. Langkah ini diharapkan dapat memastikan sungai tetap mampu mendukung aktivitas masyarakat sekaligus menjadi ruang terbuka yang ramah lingkungan.
Dengan komitmen berkelanjutan dari pemerintah dan dukungan warga Samarinda, Sungai Karang Mumus diharapkan dapat kembali menjadi kawasan yang bersih, sehat, dan memiliki nilai ekologis yang lebih baik di masa mendatang. Aksi perahu ketinting yang digelar secara rutin juga disebut akan terus dipertahankan sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan hidup kota. (*)











