Kaltimdaily.com, – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengambil langkah cepat dalam memastikan keselamatan masyarakat yang akan menjalani tradisi mudik Idulfitri 1447 Hijriah. Melalui surat edaran resmi, Pemkab Kukar menginstruksikan peningkatan kesiapsiagaan menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran.
Surat edaran tersebut ditujukan kepada seluruh pemangku wilayah di Kukar, mulai dari camat, lurah, kepala desa, hingga kelompok relawan dan masyarakat umum. Fokus utama imbauan ini adalah mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi serta risiko kecelakaan selama periode mudik.
Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, menekankan pentingnya langkah antisipatif bagi warga yang akan meninggalkan rumah dalam kondisi kosong. Ia mengingatkan agar masyarakat memastikan keamanan rumah guna mencegah potensi kebakaran maupun tindak kriminal.
Warga di Kukar diminta memastikan kompor gas dalam kondisi aman dan aliran listrik yang tidak diperlukan telah dimatikan. Selain itu, pintu dan jendela harus dipastikan terkunci rapat sebelum berangkat mudik.
Kondisi geografis Kukar yang didominasi wilayah perbukitan juga menjadi perhatian serius. Pemudik yang menggunakan jalur darat diminta meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat melintasi daerah rawan longsor.
Sejumlah wilayah di Kukar yang perlu diwaspadai antara lain Kecamatan Loa Kulu, Loa Janan, Tenggarong Seberang, serta Muara Jawa. Kawasan tersebut berpotensi mengalami gangguan, terutama saat musim hujan dan meningkatnya volume kendaraan.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk rutin memantau informasi cuaca melalui aplikasi resmi serta memperhatikan kondisi jalan selama perjalanan. Langkah ini dinilai penting untuk meminimalisasi risiko selama perjalanan mudik.
Bagi pengguna transportasi air di sepanjang Sungai Mahakam, Pemkab Kukar menegaskan pentingnya standar keselamatan. Penumpang diwajibkan menggunakan pelampung, sementara operator dilarang mengangkut muatan melebihi kapasitas.
Di tingkat wilayah, aparat kecamatan hingga desa bersama relawan diminta aktif berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan BPBD. Pemantauan intensif akan difokuskan pada titik keramaian serta wilayah dengan tingkat kerawanan bencana tinggi.
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan situasi yang aman dan kondusif bagi masyarakat Kukar selama momen Lebaran. Kesiapan seluruh elemen dinilai menjadi kunci dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan.
Dengan adanya imbauan ini, masyarakat Kukar diharapkan semakin sadar akan pentingnya keselamatan selama mudik. Peran aktif warga dalam mematuhi arahan pemerintah menjadi faktor penting dalam menekan risiko yang mungkin terjadi.
Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat di Kukar diharapkan terus terjalin kuat. Dengan demikian, perayaan Idulfitri tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga aman dan nyaman bagi seluruh warga. (*)











