Kutai Kartanegara

Kukar Siapkan Mega Proyek Jembatan, Dorong Ekonomi dan Akses Wilayah

Avatar
801
Ilustrasi Jembatan. Ft by ist

Kaltimdaily.com, Kukar – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tengah menyiapkan rencana pembangunan jembatan penghubung antara Kecamatan Anggana dan Sangasanga. Proyek infrastruktur berskala besar tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran antara Rp1 triliun hingga Rp2 triliun.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kukar, Wiyono, menyebutkan bahwa saat ini proyek masih berada pada tahap awal, yakni perencanaan dan penyusunan studi kelayakan. Penentuan lokasi pembangunan juga masih menunggu hasil kajian tersebut.

Menurut Wiyono, pembangunan jembatan ini diharapkan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi di wilayah Kukar, khususnya di Anggana dan Sangasanga. Akses transportasi yang lebih baik dinilai akan memperlancar distribusi barang, meningkatkan mobilitas masyarakat, serta membuka peluang usaha baru.

Namun, proyek jembatan ini tidak akan sepenuhnya dibiayai oleh Pemkab Kukar. Mengingat besarnya kebutuhan anggaran, pemerintah daerah berencana menggandeng Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam skema pembiayaan bersama.

Wiyono menegaskan bahwa arahan pimpinan daerah mengharuskan proyek infrastruktur strategis seperti ini melibatkan berbagai pihak, termasuk instansi teknis di tingkat provinsi, agar perencanaan lebih komprehensif dan pelaksanaan berjalan optimal.

Di sisi lain, pembangunan Jembatan Sebulu di Kukar yang telah dimulai sejak 2024 masih menghadapi kendala keterbatasan anggaran. Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, mengungkapkan bahwa proyek tersebut membutuhkan tambahan dana signifikan agar dapat segera diselesaikan.

Sejauh ini, sekitar Rp300 miliar telah dialokasikan untuk pembangunan Jembatan Sebulu. Namun, untuk menuntaskan proyek tersebut, masih diperlukan tambahan anggaran sekitar Rp450 miliar.

Ahmad Yani mendorong Pemkab Kukar untuk mencari dukungan pendanaan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur maupun pemerintah pusat melalui APBN. Hal ini dinilai penting mengingat keterbatasan kemampuan APBD Kukar dalam membiayai proyek besar.

Ia juga menyoroti alokasi anggaran tahun 2026 yang relatif kecil, yakni sekitar Rp13 miliar. Dengan skema pembiayaan tahun jamak, kondisi ini berpotensi memperpanjang waktu penyelesaian proyek jika tidak ada tambahan dukungan dana.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kukar, Linda Juniarti, menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Sebulu telah menyerap anggaran Rp160 miliar pada 2024 dan Rp143 miliar pada 2025.

Untuk tahun berjalan, anggaran difokuskan pada pembangunan jalan pendekat serta pemasangan satu bentang jembatan. Secara keseluruhan, total kebutuhan dana proyek ini diperkirakan mencapai Rp900 miliar.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan pembangunan infrastruktur di Kukar sangat bergantung pada sinergi lintas pemerintah. Dukungan dari provinsi hingga pusat menjadi faktor penentu percepatan penyelesaian proyek.

Ke depan, proyek jembatan penghubung Anggana–Sangasanga diharapkan tidak hanya meningkatkan konektivitas, tetapi juga memperkuat daya saing wilayah Kukar di sektor ekonomi dan logistik.

Selain itu, percepatan pembangunan Jembatan Sebulu menjadi prioritas agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat. Infrastruktur yang memadai diyakini akan mendukung pertumbuhan kawasan secara lebih merata.

Dengan perencanaan matang dan kolaborasi yang kuat, Pemkab Kukar optimistis proyek-proyek strategis ini dapat terealisasi secara bertahap. Pembangunan infrastruktur menjadi langkah penting dalam mendorong kemajuan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kukar. (*)

Udah tau belum? Kaltimdaily.com juga ada di Google News lhooo..

Site Info Site Info
Exit mobile version