banner-sidebar
Nasional

Pemerintah Bahas Ulang Skema Pembiayaan Whoosh agar Tak Bebani APBN

Avatar
688
×

Pemerintah Bahas Ulang Skema Pembiayaan Whoosh agar Tak Bebani APBN

Share this article
Pemerintah Bahas Ulang Skema Pembiayaan Whoosh agar Tak Bebani APBN
Whoosh. Ft by ist

Kaltimdaily.com, Nasional – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan jajaran tim ekonominya untuk segera mencari solusi komprehensif terkait persoalan utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) Whoosh. Arahan tersebut disampaikan dalam rapat terbatas bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta CEO PT Danantara Rosan Roeslani di Jakarta.

Menurut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Presiden Prabowo meminta tim ekonomi pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh rincian pembiayaan proyek, termasuk menghitung kembali total utang yang masih berjalan. Pemerintah juga tengah menyiapkan sejumlah opsi penyelesaian agar tidak menambah tekanan pada kondisi fiskal nasional.

“Salah satu opsi yang sedang dikaji adalah memperpanjang masa pinjaman untuk meringankan beban pembayaran, sekaligus menjaga keseimbangan keuangan negara,” ujar Prasetyo di Jakarta, Kamis (30/10).

Prasetyo menegaskan, pemerintah berkomitmen menyelesaikan persoalan keuangan proyek Whoosh dengan prinsip kehati-hatian dan tanggung jawab. Negosiasi dengan pihak kreditur utama, yakni China Development Bank (CDB), akan menjadi langkah penting dalam memastikan skema pembayaran yang paling realistis tanpa mengganggu stabilitas ekonomi nasional.

Ia juga menambahkan bahwa tanggung jawab penyelesaian utang proyek tidak hanya berada di tangan pemerintah pusat, tetapi menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menghadirkan sistem transportasi publik yang efisien dan berkelanjutan. Selain proyek kereta cepat, pemerintah turut mempercepat perbaikan moda transportasi lain seperti kereta reguler, bus antarkota, dan layanan kapal, guna menciptakan jaringan transportasi nasional yang lebih merata.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa dana APBN tidak akan digunakan untuk melunasi utang proyek tersebut. Ia menugaskan PT Danantara sebagai entitas bisnis yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan dan penyelesaian pembiayaan proyek.

Dalam kesempatan terpisah, Chief Operating Officer PT Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa tim Indonesia akan kembali ke China dalam waktu dekat untuk melanjutkan negosiasi dengan pihak China Development Bank (CDB). Pembahasan akan difokuskan pada penyesuaian tenor pinjaman, suku bunga, serta kemungkinan konversi sebagian mata uang kontrak guna menekan potensi risiko keuangan.

Sebagai informasi, proyek Whoosh dikelola oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dengan skema pembiayaan gabungan. Sebanyak 75 persen pendanaan berasal dari CDB, sementara 25 persen sisanya ditanggung oleh konsorsium Indonesia-China. Pemerintah berharap hasil negosiasi baru nanti dapat memberikan keringanan pembayaran tanpa mengganggu kelancaran operasional kereta cepat pertama di Indonesia tersebut.

Ke depan, pemerintah menargetkan proyek Whoosh tidak hanya berfungsi sebagai transportasi modern, tetapi juga menjadi simbol transformasi ekonomi Indonesia berbasis infrastruktur. Proyek ini diharapkan dapat mempercepat konektivitas antara Jakarta dan Bandung, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di sepanjang jalur lintasan.

Selain itu, pemerintah juga tengah mengkaji potensi perluasan rute Whoosh menuju kawasan timur Jawa sebagai bagian dari program transportasi nasional jangka panjang. Dengan perencanaan matang dan manajemen keuangan yang lebih efisien, proyek Whoosh diharapkan menjadi contoh sukses kolaborasi antara inovasi teknologi dan kebijakan ekonomi yang berkelanjutan. (*)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih