Kaltimdaily.com, Samarinda – Pembangunan Teras Samarinda, proyek strategis di Kalimantan Timur, menghadapi sejumlah tantangan teknis yang mempengaruhi kelancaran pengerjaan.
Ilhamsyah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek ini, mengungkapkan bahwa kendala utama yang dihadapi adalah pasang surut air sungai yang memengaruhi waktu dan progres pemasangan struktur bangunan.
Kendala ini mengharuskan tim untuk menunggu kondisi air yang lebih rendah agar dapat melanjutkan pekerjaan.
Ilhamsyah menjelaskan bahwa pemasangan unit untuk pembangunan teras harus dilakukan dalam kondisi air yang surut.
“Ketika air naik, proses pemasangan unit tidak bisa dilakukan karena lantai cor yang sedang dipasang harus mengering terlebih dahulu,” jelasnya.
Untuk mengatasi masalah ini, tim proyek telah menyiapkan dua opsi. Opsi pertama adalah menyesuaikan proses pengerjaan dengan kondisi alam sekitar, sementara opsi kedua adalah modifikasi teknis pada beberapa titik tertentu agar pembangunan tetap bisa berjalan meski dalam kondisi tidak ideal.
Proyek ini dijadwalkan selesai pada 31 Desember 2025, namun Ilhamsyah menegaskan bahwa penyelesaian tepat waktu bergantung pada kondisi lapangan yang bisa berubah-ubah. “Kami berharap pekerjaan selesai sesuai jadwal, tetapi semuanya tergantung pada situasi yang ada di lapangan,” ungkapnya.
Seiring dengan perkembangan proyek, Ilhamsyah juga menjelaskan bahwa anggaran proyek tetap berjalan sesuai rencana meskipun ada sedikit tambahan pada segmen pertama proyek. Hal ini disebabkan oleh kendala dalam proses pemancangan di area jembatan yang diatasi dengan metode pre-boring.
Penyempurnaan lebih lanjut diperkirakan akan memerlukan tambahan anggaran pada tahun depan, terutama untuk elemen-elemen penting yang belum selesai tahun ini, seperti pemasangan WPC dan pencahayaan (lighting). Anggaran yang diperlukan untuk penyelesaian elemen-elemen ini diperkirakan sekitar Rp 11 miliar.
Secara keseluruhan, meskipun proyek Teras Samarinda menghadapi berbagai kendala teknis, Ilhamsyah tetap optimis bahwa proyek ini akan selesai secara bertahap dan dapat menjadi ikon baru bagi Kota Samarinda. Penyempurnaan yang direncanakan pada tahun mendatang diharapkan dapat memperindah kawasan ini dan menjadikannya sebagai destinasi wisata tepian sungai yang menarik.
Ke depan, proyek Teras Samarinda diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas lingkungan, tetapi juga memperkuat daya tarik wisata di Samarinda. Dengan adanya peningkatan elemen-elemen estetika pada proyek ini, kawasan tersebut akan menjadi ruang publik yang nyaman dan representatif, yang dapat dinikmati oleh masyarakat luas. (*)











