Kaltimdaily.com, Samarinda – Minggu (25/5/2025), suasana di rumah Ketua RT 18, Ali Imron, kawasan Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan, rame banget.
Anggota DPRD Kota Samarinda, Markaca, lagi ngadain sosialisasi soal Raperda baru yang lagi digodok, yaitu Raperda Pengelolaan Pemakaman Umum.
Warga pun antusias datang buat dengerin langsung penjelasannya.
Acara ini juga dihadiri Camat Samarinda Ilir, La Uje, serta beberapa tokoh masyarakat.
Narasumbernya dari tenaga ahli Komisi I DPRD Samarinda, Joko Sulistiono, yang ngejelasin soal konsep pemakaman gratis, rapi, dan tertata.
“Cukup telepon, langsung disiapin. Gratis pula! Kalau ada yang narik bayaran, itu udah masuk ranah korupsi,” tegas Joko.
Nggak cuma gratis, pemerintah juga bakal sediain ambulans khusus buat antar jenazah dari rumah ke lokasi pemakaman.
Semua fasilitas ini ditujukan biar keluarga yang ditinggal nggak makin terbebani di masa duka.
Konsep makamnya juga beda dari biasanya. Nggak lagi angker atau semrawut, tapi bakal dibuat kayak taman yang rapi, berumput hijau, dan pakai nisan seragam.
Katanya sih inspirasinya dari model pemakaman Eropa yang estetik tapi tetap khidmat.
Joko juga bilang, proses administrasi bakal dibikin simpel. Tinggal nunjukin KTP almarhum, semua bisa langsung diproses. Bahkan buat yang berasal dari luar kota, selama ada keluarga yang tinggal di Samarinda, tetap bisa dimakamkan di sini.
Markaca, sebagai pengusul dari Komisi I DPRD Samarinda, bilang kalau tiap kecamatan nantinya harus punya minimal satu area pemakaman umum yang bisa dipakai semua agama.
Sistem klasternya akan disesuaikan, jadi tetap menjunjung toleransi dan keberagaman.
Menurutnya, pemakaman itu bukan cuma urusan pribadi, tapi bagian dari tanggung jawab sosial pemerintah.
Raperda ini diharapkan jadi solusi buat menghapus beban biaya tinggi saat ada anggota keluarga yang meninggal dunia.
Kalau Raperda ini beneran disahkan, warga Samarinda bakal punya akses ke layanan pemakaman yang manusiawi, gratis, dan nggak ribet. Ini jadi bukti nyata bahwa pemerintah bisa hadir sampai ke urusan paling sensitif sekalipun.
Warga yang hadir pun banyak yang bilang mereka baru tahu kalau rencana ini serius dan bukan sekadar wacana.
Mereka berharap DPRD bener-bener bisa merealisasikannya tanpa banyak drama birokrasi yang berbelit. (ADV/DPRDSMR/YN)







