Kaltimdaily.com, Samarinda – Dishub Samarinda makin serius nih urusan ketertiban lalu lintas! Bareng Satlantas Polresta Samarinda, mereka gerak cepat buat ngasih tindakan tegas ke para pelajar yang nekat bawa motor tanpa SIM. Operasi ini dilakuin Selasa (22/7/2025) buat mencegah kecelakaan yang banyak melibatkan anak sekolah di bawah umur.
Kepala Dinas Perhubungan Samarinda, Hotmarulitua Manalu, bilang kalau aturan ini ngikutin UU Nomor 22 Tahun 2009 soal Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Katanya, anak yang belum cukup umur jelas belum layak bawa motor, karena risikonya tinggi banget buat keselamatan.
“Kita jagain generasi emas 2045. Jangan sampai anak-anak jadi korban kecelakaan, lalu cacat, jadi beban keluarga dan masyarakat,” ujar Hotmarulitua dengan nada serius.
Makanya, Dishub Samarinda udah kasih imbauan ke sekolah-sekolah biar gak nyediain tempat parkir buat siswa. Menurutnya, kalau sekolah masih kasih parkiran buat pelajar, itu sama aja kayak ngebolehin pelanggaran.
“Parkir itu idealnya cuma buat guru. Kalau siswa masih difasilitasi, ya sama aja ngelempengin yang salah,” tambahnya.
Warga sekitar sekolah juga ikut diingetin, jangan nyediain parkir liar buat anak-anak sekolah. Soalnya ini bisa jadi celah pelajar tetap nekat naik motor ke sekolah tanpa pengawasan.
Program ini sebenernya udah jalan dari Mei 2025 lalu, dan bakal terus lanjut ke semua jenjang, dari SMP sampai SMA. Tujuannya sih jelas: bikin anak-anak terbiasa tertib lalu lintas sejak dini.

Dari pihak Polresta, AKP Ismail, Kasatlantas Samarinda, bilang mereka udah turunin 12 sampai 20 personel buat bantu operasi gabungan ini. Fokusnya: pelajar tanpa SIM, tanpa helm, dan motor tanpa surat lengkap.
“Kami support penuh Dishub. Ada yang kami edukasi, ada juga yang langsung kami tindak sesuai aturan,” kata Ismail.
Selain itu, edukasi juga nyasar ke orang tua. Mereka diminta lebih peduli, jangan cuma biarin anak naik motor sendiri. Harusnya diantar, bukan dibiarkan ambil risiko.
“Ini tanggung jawab bersama, bukan cuma pemerintah,” tegas Ismail.
Langkah tegas dari Dishub Samarinda dan Satlantas ini jadi sinyal kuat bahwa keselamatan pelajar harus jadi prioritas. Dengan dukungan dari orang tua, sekolah, dan lingkungan sekitar, budaya tertib lalu lintas bisa dibentuk dari usia muda.
Harapannya, makin banyak pelajar yang sadar pentingnya keselamatan di jalan, dan makin sedikit kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anak-anak di bawah umur. Semoga upaya Dishub Samarinda ini bisa jadi contoh buat kota-kota lain di Indonesia! (YN)











