KaltimSamarinda

Lindungi Kesehatan Siswa, Dinkes Kaltim Awasi Dapur MBG di Samarinda

Avatar
1087
MBG. Ft by ist

Kaltimdaily.com, Samarinda – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur memperkuat pengawasan terhadap dapur penyedia Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna menjamin keamanan pangan bagi peserta didik, termasuk di Kota Samarinda.

Penguatan pengawasan ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk melindungi kesehatan anak sekaligus meminimalkan potensi kejadian keracunan makanan.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, menyampaikan bahwa pengawasan dapur MBG dilaksanakan melalui kolaborasi lintas sektor. Dalam pelaksanaannya, Dinkes Kaltim bekerja sama dengan Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) serta Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Provinsi Kaltim agar pengawasan mencakup seluruh rantai pangan secara menyeluruh.

Ia menjelaskan, Dinas Kesehatan berfokus pada kelayakan dapur melalui pemenuhan Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Sertifikat tersebut menjadi prasyarat wajib bagi setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebelum beroperasi. SLHS memiliki masa berlaku dua tahun dan akan dievaluasi secara berkala guna memastikan standar kebersihan dan sanitasi tetap terpenuhi.

Selain dapur, pengawasan juga diarahkan kepada penjamah makanan. Seluruh petugas yang terlibat dalam proses pengolahan dan distribusi makanan wajib memenuhi standar kebersihan serta keselamatan kerja. Pemeriksaan kesehatan dan kelayakan penjamah makanan dilakukan secara rutin dua kali dalam setahun untuk menjamin keamanan konsumsi bagi siswa.

Sementara itu, pengawasan bahan pangan mentah menjadi kewenangan DPTPH, sedangkan keamanan dan mutu makanan siap saji diawasi oleh Balai POM. Skema pengawasan berlapis ini diterapkan untuk memastikan Program MBG berjalan aman dari tahap penyediaan bahan hingga makanan diterima peserta didik di sekolah.

Dalam pelaksanaannya, Dinkes Kaltim tidak melakukan inspeksi lapangan secara rutin. Namun, pihaknya akan segera melakukan peninjauan apabila menerima laporan atau pengaduan dari masyarakat, sekolah, maupun media. Jaya menegaskan bahwa keberhasilan Program MBG merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan.

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Kaltim juga telah menerbitkan surat edaran terkait percepatan sertifikasi higiene sanitasi dapur MBG. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan penyedia layanan gizi di Samarinda dan daerah lainnya agar memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan.

Melalui pengawasan yang ketat dan kolaboratif, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur optimistis Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan aman, berkualitas, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung peningkatan kesehatan serta tumbuh kembang peserta didik di Samarinda. (*)

Udah tau belum? Kaltimdaily.com juga ada di Google News lhooo..

Site Info Site Info
Exit mobile version