Kaltimdaily.com, Samarinda – Ancaman tegas Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud (Harum) akhirnya direspons PT Kaltim Prima Coal (KPC). Perusahaan tambang batubara ini menyatakan siap membantu perbaikan jalan poros Sangatta–Bengalon yang kian memprihatinkan akibat aktivitas pertambangan di sekitarnya.
Dalam kunjungan kerja ke Kutai Timur pekan lalu, Harum meninjau langsung kerusakan di titik Crossing 4 yang nyaris putus.
“Saya lihat bukan rawan lagi, tapi sudah putus sebelah. Tinggal sebelah saja lagi jalannya,” tegas Harum, dikutip dari laman resmi Pemprov Kaltim.
Jalan nasional tersebut merupakan akses vital distribusi logistik dan mobilitas pekerja, sehingga kondisinya yang kritis menimbulkan keresahan warga.
Menanggapi teguran itu, Wawan Setiawan, General Manager External Affairs & Sustainable Development KPC, menyebut pihaknya siap turun tangan.
“Kami tidak melihat ini dari sudut kepentingan perusahaan semata. Yang terpenting adalah kemanfaatan bagi masyarakat. KPC siap membantu perbaikan, apalagi ini jalan utama transnasional,” ujarnya usai rapat koordinasi bersama BBPJN Kaltim dan Komisi III DPRD Kaltim di Balikpapan.
KPC menyiapkan Rp5–7 miliar untuk penanganan satu titik longsor paling krusial. Selain itu, perusahaan tengah mengurus izin pemindahan ruas jalan Sangatta–Simpang Perdau–Bengalon dari kilometer 12 ke 12,7 yang masuk area konsesi mereka.
“Prosesnya cukup panjang karena menyangkut barang milik negara. Tapi kami berharap bisa segera rampung agar target perbaikan tercapai,” tambah Wawan.
Seluruh koordinasi teknis dan pengawasan akan berada di bawah Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim. KPC menegaskan siap mengikuti skema perbaikan yang diputuskan pemerintah.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan akses jalan strategis di utara Kaltim, yang menyangkut langsung hajat hidup masyarakat sekaligus denyut logistik daerah.(yan)



