banner-sidebar
KaltimSamarinda

Kelas X SMA 10 Samarinda Balik ke Kampus A Hari Ini

Avatar
843
×

Kelas X SMA 10 Samarinda Balik ke Kampus A Hari Ini

Share this article
Kelas X SMA 10 Samarinda Balik ke Kampus A Hari Ini
SMA 10 Samarinda. Ft by Ist

Kaltimdaily.com, Samarinda – Hari ini (25 Juni 2025) jadi momen penting buat SMA 10 Samarinda, karena akhirnya proses belajar mengajar resmi balik lagi ke Kampus A di Jalan HAMM Rifadin, Samarinda Seberang.

Ini jadi babak baru setelah drama panjang soal lahan antara pihak sekolah dan Yayasan Melati.

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud alias Harum juga turun langsung kasih arahan. Ia bilang, yang penting proses pembelajaran jalan terus dan semua pihak saling menghormati.

“Kita gunakan hak kita, tanpa ganggu hak mereka juga,” ucapnya saat briefing di Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (24/6/2025).

Konflik panjang antara SMA 10 dan Yayasan Melati emang udah sampai ke ranah hukum, dan kini udah inkrah alias punya putusan tetap dari Mahkamah Agung.

Luas lahan yang jadi milik Pemprov Kaltim sekitar 12 hektare, dan kini bisa dimanfaatin lagi buat kegiatan belajar siswa.

Yang akan lebih dulu nempatin Kampus A adalah siswa kelas X.

Jumlah murid baru yang lolos dari jalur SPMB tahun ini sekitar 320 orang, dari total keseluruhan siswa SMA 10 yang tembus 1.000 pelajar. Sementara itu, siswa kelas XI dan XII masih tetap belajar di Kampus B Jalan PM Noor, Sempaja.

Persiapan buat pindahan ini juga udah dikawal ketat sama Polresta Samarinda dan Polda Kaltim, jadi semua aman terkendali. Sekprov Kaltim, Sri Wahyuni, juga pastikan semua pihak udah diajak koordinasi.

“Kita udah atur pembagian ruang kelas secara bijak, biar pembelajaran tetap jalan tanpa gangguan,” jelasnya.

Uniknya, meskipun SMA 10 udah balik ke lahan milik pemprov, Yayasan Melati tetap dikasih ruang buat beraktivitas sampai tahun depan. Pemerintah berharap konflik ini bisa jadi pelajaran dan jadi contoh penyelesaian yang damai tanpa drama berkepanjangan.

Langkah baliknya SMA 10 Samarinda ke Kampus A bukan cuma simbol kemenangan hukum, tapi juga harapan baru buat pendidikan di Samarinda. Semoga siswa-siswi di sana bisa makin fokus belajar tanpa ribet mikirin drama lahan lagi. (*)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih