Kaltimdaily.com, Samarinda – Kecelakaan tragis terjadi di Jalan Poros Samarinda-Bontang, tepatnya di kawasan Kelurahan Tanah Merah, Samarinda Utara, pada Selasa, 30 Desember 2025, sore hari. Kecelakaan yang melibatkan sepeda motor Honda Vario dan truk Hino ini merenggut nyawa seorang pengendara motor bernama Arsandi (28), warga Muara Badak. Insiden maut tersebut terjadi sekitar pukul 18.00 WITA.
Berdasarkan keterangan dari Muriono, Koordinator Taruna Samarinda (ITS), kejadian berawal ketika Arsandi, yang tengah melaju menuju Bandara APT Pranoto, berusaha menghindari lubang di tikungan Tanah Merah. Usahanya untuk menghindari bahaya tersebut justru membuat sepeda motor yang dikendarainya tergelincir.
Pada saat bersamaan, truk Hino melaju dari arah berlawanan. Karena jarak yang sangat dekat, tabrakan pun tak terhindarkan. Arsandi terjatuh dan terjepit di bawah kolong truk, tepat di roda depan sebelah kiri, dan meninggal dunia di tempat kejadian.
Proses evakuasi jenazah berlangsung cukup dramatis. Tim relawan dari Emergency Medical Team ITS yang pertama kali tiba di lokasi kesulitan mengeluarkan korban yang terjepit cukup kuat di bawah truk.
Relawan bahkan harus meminta bantuan kendaraan lain untuk mengangkat truk menggunakan dongkrak. Evakuasi yang berlangsung sekitar 45 menit ini menyebabkan kemacetan parah di sekitar lokasi kejadian.
Pada saat kejadian, korban mengenakan jaket hitam, jins, dan sepatu bot tambang. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah langsung dibawa menggunakan ambulans relawan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie di Samarinda untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Kepolisian setempat segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah tiba di lokasi. Sopir truk Hino yang terlibat dalam kecelakaan ini juga telah diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Sementara itu, arus lalu lintas yang sempat terhenti kini mulai normal kembali setelah proses evakuasi selesai.
Kecelakaan ini kembali menyoroti potensi bahaya di Jalan Poros Samarinda-Bontang, yang dikenal dengan tikungan tajamnya. Jalan ini telah beberapa kali menjadi lokasi kecelakaan fatal, yang sering kali melibatkan pengendara motor yang tidak dapat mengantisipasi kondisi jalan yang berbahaya.
Pemerintah Kota Samarinda bersama instansi terkait diharapkan dapat melakukan langkah-langkah perbaikan di jalan tersebut, seperti pemasangan rambu-rambu peringatan dan peningkatan kualitas jalan. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan serupa yang merugikan nyawa banyak orang dan meresahkan masyarakat setempat.
Keselamatan berlalu lintas harus menjadi prioritas, dan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keselamatan di jalan raya juga perlu terus ditingkatkan melalui kampanye-kampanye keselamatan berkendara. (*)















