Kaltimdaily.com, Kukar – Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sebulu Ulu di Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), resmi dihentikan sementara mulai Selasa (4/8/2026). Penghentian layanan dilakukan menyusul dugaan keracunan makanan yang dialami puluhan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Sebulu.
Kebijakan tersebut diberlakukan hingga proses investigasi dan hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan selesai dilakukan. Selama masa penghentian operasional, distribusi makanan bergizi ke sekolah maupun posyandu di Kecamatan Sebulu untuk sementara waktu dihentikan.
Kepala SPPG Sebulu Ulu Yayasan Wadah Lumbung Inklusi, Rahmatullah Ananda Putra, mengatakan penghentian layanan merupakan bentuk dukungan terhadap proses penyelidikan sekaligus menunggu arahan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Sebelum insiden terjadi, SPPG Sebulu Ulu mendistribusikan sebanyak 1.834 paket makanan bergizi kepada 10 sekolah dan enam posyandu di Kecamatan Sebulu pada Senin (3/8/2026). Penerima manfaat terdiri atas anak-anak taman kanak-kanak, siswa sekolah dasar, madrasah ibtidaiyah, madrasah tsanawiyah, serta balita dan ibu yang terdaftar di posyandu.
Rahmatullah menjelaskan seluruh proses produksi makanan telah dilaksanakan sesuai standar operasional yang berlaku. Sebanyak 40 relawan mulai menyiapkan makanan sejak pukul 01.00 Wita, sementara proses distribusi dilakukan mulai pukul 07.30 Wita agar makanan diterima dalam kondisi layak konsumsi.
Ia juga memastikan seluruh bahan baku yang digunakan berasal dari pemasok lokal dan dibeli setiap hari sehingga tidak disimpan dalam waktu lama. Menurutnya, seluruh bahan makanan dipastikan dalam kondisi segar sebelum diolah.
Menu yang dibagikan kepada penerima manfaat terdiri atas nasi putih, sayuran, dan lauk berupa pentol. Meski dugaan awal sempat mengarah pada lauk tersebut, pihak SPPG Sebulu menegaskan pentol diproduksi sendiri menggunakan daging segar, bukan berasal dari bahan makanan beku.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara mencatat sebanyak 85 orang mendapatkan penanganan medis akibat dugaan keracunan makanan di Kecamatan Sebulu. Dari jumlah tersebut, 82 pasien menjalani rawat jalan, sedangkan tiga anak harus menjalani perawatan inap di Puskesmas Sebulu I.
Kepala Dinas Kesehatan Kutai Kartanegara, Ismi Mufida, mengatakan laporan pertama diterima sekitar pukul 09.14 Wita. Jumlah pasien kemudian terus bertambah hingga siang dan sore hari.
Menurut Ismi, mayoritas pasien mengalami gejala yang identik dengan keracunan makanan, seperti mual dan muntah. Meski demikian, kondisi pasien secara umum tidak tergolong berat dan seluruhnya telah mendapatkan penanganan medis. Dinas Kesehatan juga memastikan ketersediaan obat-obatan maupun cairan infus di fasilitas kesehatan masih mencukupi.
Hingga kini, penyebab pasti dugaan keracunan makanan di Kecamatan Sebulu masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Sampel makanan telah dikirim ke Balai POM untuk dilakukan pengujian lebih lanjut. Hasil pemeriksaan diperkirakan baru akan keluar dalam waktu sekitar dua pekan dan akan menjadi dasar penentuan penyebab insiden serta evaluasi terhadap operasional Program Makan Bergizi Gratis di Sebulu.
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menegaskan proses investigasi akan dilakukan secara menyeluruh guna memastikan penyebab insiden tersebut. Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi acuan dalam menentukan langkah lanjutan, termasuk evaluasi sistem pengolahan dan distribusi makanan bergizi di Kecamatan Sebulu.
Kasus dugaan keracunan ini juga menjadi perhatian serius karena Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program yang menyasar anak-anak usia sekolah dan kelompok rentan. Karena itu, aspek keamanan pangan dan pengawasan kualitas makanan menjadi prioritas utama agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Masyarakat Kecamatan Sebulu diimbau tetap menunggu hasil resmi investigasi dari instansi berwenang dan tidak berspekulasi mengenai penyebab insiden. Pemerintah memastikan seluruh proses penanganan dilakukan secara transparan demi menjaga keselamatan penerima manfaat sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Kutai Kartanegara. (*)











