Kaltimdaily.com, Nasional – Presiden Prabowo Subianto mendapat sambutan hangat saat tiba di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di Rio de Janeiro, Brasil, Minggu (6/7/2025). Ia langsung dipeluk oleh Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, sebagai bentuk keakraban dan penghormatan terhadap kehadiran Indonesia dalam forum penting dunia tersebut.
Tampak dalam tayangan YouTube resminya, Prabowo mengenakan setelan jas abu-abu, dasi biru, dan peci hitam—gaya khas pemimpin Indonesia. Presiden Lula, sebagai tuan rumah, menyambut satu per satu para kepala negara yang datang untuk menghadiri pertemuan strategis antaranggota BRICS.
Kehadiran Indonesia di forum BRICS kali ini menjadi momen penting karena merupakan kali pertama Prabowo hadir sebagai Presiden. Menurut pernyataan dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, para pemimpin BRICS akan membahas berbagai isu global seperti konflik geopolitik, tata kelola global, penguatan multilateralisme, dan tantangan keamanan internasional.
Tak hanya soal politik, KTT ini juga membahas kerja sama ekonomi, keuangan, lingkungan, teknologi Artificial Intelligence, hingga kesehatan global. Prabowo dikabarkan akan menyuarakan posisi Indonesia sebagai “bridge-builder” atau jembatan penghubung untuk menciptakan solusi bersama di tengah situasi dunia yang makin kompleks.
Sebagai bagian dari negara Global South dan anggota aktif G20, Indonesia memanfaatkan momentum ini untuk mendorong kerja sama yang lebih inklusif dan berkeadilan. Dalam forum ini, Indonesia ingin memastikan bahwa negara berkembang juga punya ruang dalam pembentukan kebijakan global.
KTT BRICS 2025 kali ini mengusung tema “Strengthening Global South Cooperation to a More Inclusive and Sustainable Governance”, dan dihadiri lebih dari 30 pemimpin dunia termasuk negara mitra serta undangan khusus. Pertemuan ini juga akan menghasilkan Leaders’ Declaration yang mencerminkan posisi bersama anggota BRICS dalam menyikapi isu-isu strategis global.
Sejak resmi bergabung dengan BRICS pada tahun 2025, Indonesia telah menunjukkan partisipasi aktif dengan mengikuti lebih dari 165 pertemuan, termasuk 20 pertemuan tingkat menteri. Ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam memperkuat posisi diplomatiknya di tingkat internasional.
Dengan kiprah barunya di BRICS, Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo ingin mengambil peran lebih besar dalam membentuk arah masa depan global. Kolaborasi dengan negara-negara kuat seperti Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan lainnya, diharapkan mampu membuka peluang besar dalam sektor ekonomi, teknologi, dan keamanan nasional.
Langkah Prabowo di forum BRICS tak hanya memperluas pengaruh diplomasi Indonesia, tetapi juga menunjukkan komitmen dalam membawa suara negara berkembang untuk berkontribusi dalam pembangunan global yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.
Kalau kamu mau versi narasi untuk konten video pendek, caption Instagram, atau thread X (Twitter), tinggal bilang aja ya!















