banner-sidebar
Bisnis

IHSG Ambruk 304 Poin, Sektor Properti dan Energi Menjadi Penyebab Utama

Avatar
994
×

IHSG Ambruk 304 Poin, Sektor Properti dan Energi Menjadi Penyebab Utama

Share this article
IHSG Ambruk 304 Poin, Sektor Properti dan Energi Menjadi Penyebab Utama
IHSG. Ft by ist

Kaltimdaily.com, Bisnis – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam sebesar 3,64% pada Senin (27/10/2025), setelah sebelumnya sempat mencetak rekor tertinggi baru. Pada pukul 11.00 WIB, IHSG terjun 304,03 poin ke level 7.970,79, setelah sempat dibuka menguat 0,61% di posisi 8.322,21 dan mencetak rekor baru di angka 8.354,67. Namun, euforia kenaikan ini tidak bertahan lama akibat tekanan jual yang kuat, membuat IHSG berbalik arah dan jatuh ke level terendah harian di 7.959,16.

Penurunan tajam IHSG dipicu oleh koreksi signifikan di sektor-sektor utama. Sektor properti mencatatkan penurunan terbesar sebesar 4,41%, diikuti sektor energi yang turun 4,25%, dan sektor perindustrian yang terkoreksi 3,72%. Data pasar menunjukkan dominasi penjual dengan 553 saham melemah, 131 saham menguat, dan 121 saham stagnan. Koreksi besar di beberapa sektor utama menunjukkan dampak negatif yang meluas di pasar saham Indonesia.

Saham-saham dengan kapitalisasi pasar besar (Big Caps) menjadi faktor utama penekan IHSG. Saham PT Barito Renewables Energy (BREN) memberikan kontribusi negatif terbesar dengan penurunan 56,56 poin terhadap indeks. Selanjutnya, saham PT Dian Swastatika Sentosa (DSSA) menekan indeks sebesar 41,88 poin, sementara PT Barito Pacific (BRPT) menyumbang 28,64 poin negatif. Saham-saham perbankan besar seperti PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan PT Bank Mandiri (BMRI) juga turut memberi tekanan. Selain itu, saham emiten sektor tambang seperti PT Amman Mineral Internasional (AMMN), PT Petrindo Jaya Kreasi (CUAN), dan PT Petrosea (PTRO) juga masuk dalam daftar saham dengan kontribusi negatif terbesar.

Dengan penurunan IHSG yang tajam ini, investor di pasar saham Indonesia dihadapkan pada koreksi yang cukup besar, terutama pada saham-saham dengan kapitalisasi besar. Para pelaku pasar kini harus berhati-hati dalam menentukan strategi investasi untuk menghindari kerugian lebih lanjut. Ke depannya, investor perlu lebih cermat dalam memantau pergerakan sektor-sektor utama dan mengikuti perkembangan ekonomi global yang dapat mempengaruhi pasar saham Indonesia. (*)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih